MOROWALI, CS – PT Indonesia Huabao Industri Park (IHIP) bersama PT Bahosua Taman Industri Investment Group (BTIIG) menyepakati sembilan poin komitmen kolaborasi dengan Gerakan Petani Indonesia Menggugat (GAPIT) Morowali, terkait rencana pembangunan intake di Bendung Sungai Karaupa, Kecamatan Bumi Raya.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan industri tetap berjalan seiring dengan perlindungan kepentingan masyarakat, khususnya sektor pertanian yang bergantung pada aliran Sungai Karaupa.
Dalam prosesnya, perusahaan melakukan penyesuaian teknis dengan memindahkan titik pengambilan air (intake) dari atas bendung ke lokasi sekitar 250 meter di bawah bendung. Langkah ini dilakukan agar pengambilan air hanya memanfaatkan sisa aliran tanpa mengganggu kebutuhan irigasi petani di wilayah hulu.
Ketua GAPIT Morowali, Alimuddin, menyambut baik keputusan tersebut dan menilai perusahaan telah merespons aspirasi masyarakat secara terbuka.
“Perubahan titik ini menunjukkan itikad baik perusahaan. Kami akan mengawal agar proses tidak merugikan petani dan kesepakatan yang ada menjadi dasar keberlanjutan proyek,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Kesepakatan ini kemudian dituangkan dalam Berita Acara Sosialisasi yang memuat sembilan komitmen utama PT IHIP-BTIIG, mulai dari tata kelola perizinan, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga perlindungan lingkungan dan ketahanan pangan.
Dalam poin kesepakatan tersebut, perusahaan juga menegaskan komitmen membuka peluang kerja bagi masyarakat di Kecamatan Wita Ponda, Bumi Raya, dan Bungku Barat, serta memperkuat komunikasi dengan pemangku kepentingan secara berkelanjutan.
Selain itu, perusahaan menyatakan akan menggunakan teknologi konstruksi ramah lingkungan dalam pembangunan intake serta memastikan kajian teknis terhadap jalur pipa yang melintasi area perkebunan warga di sejumlah desa.
Alimuddin menambahkan, kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan antara industri dan masyarakat yang saling menguntungkan, termasuk dalam aspek penyerapan tenaga kerja lokal.
“Ini bentuk mutualisme. Perusahaan berkembang, masyarakat juga harus mendapat manfaat. PT IHIP-BTIIG menegaskan komitmennya sebagai pelaku industri yang tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Morowali,” tegasnya.
Reporter: Murad


