GORONTALO, CS – Provinsi Gorontalo kembali dilanda banjir untuk kedua kalinya sepanjang Mei 2026.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin malam menyebabkan Sungai Biau meluap dan merendam sejumlah desa di Kabupaten Gorontalo Utara serta Bone Bolango, Selasa (26/5/2026).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedikitnya lima desa di Kecamatan Biau terdampak banjir, masing-masing Desa Bualo, Luhuto, Omuto, Biau, dan Didingga.
Bencana tersebut mengakibatkan tiga rumah roboh dan satu rumah hanyut terbawa arus. Seluruh penghuni rumah dilaporkan selamat dan telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Gorontalo Utara, Rahmat Hidayat, mengatakan tim gabungan masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak. Proses evakuasi warga sempat terkendala derasnya arus sungai dan kondisi gelap saat banjir terjadi.
“Curah hujan masih cukup tinggi sehingga masyarakat di wilayah rawan banjir kami minta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi banjir kedua yang melanda Gorontalo dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Sebelumnya, pada 1–2 Mei 2026, banjir dan longsor juga menerjang sejumlah wilayah di Kota Gorontalo, Limboto, dan Batudaa Pantai dengan total dampak mencapai 923 jiwa.
Pengamat klimatologi dari Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Irwan Yusuf, menilai banjir berulang yang terjadi dalam waktu berdekatan menunjukkan meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di daerah tersebut.
“Fenomena ini tidak hanya dipengaruhi intensitas hujan yang tinggi, tetapi juga kondisi lingkungan seperti kerusakan daerah aliran sungai dan berkurangnya daya resap lahan,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat langkah mitigasi melalui normalisasi sungai, rehabilitasi kawasan hulu, serta peningkatan sistem peringatan dini guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan wilayah perbukitan diminta tetap siaga terhadap kemungkinan banjir dan tanah longsor. *


