SIGI, CS – Empat kubangan raksasa dilaporkan muncul di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pascagempa magnitudo 6,7 yang terjadi pada 16 Juni 2026.
Kubangan tersebut terbentuk akibat pergerakan tanah dan longsor di kawasan hulu sungai yang sebagian berada di wilayah Taman Nasional Lore Lindu.
Keberadaan kubangan tersebut kini menjadi perhatian serius Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena berpotensi memicu banjir bandang yang dapat mengancam permukiman warga di wilayah hilir.
Berdasarkan informasi kebencanaan, kubangan tersebut tersebar di beberapa titik kawasan terdampak longsor dengan karakteristik tanah yang masih labil pascaguncangan gempa. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya aliran air mendadak apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
BNPB disebut bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian dengan pendekatan khusus, mengingat sebagian area berada di kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu. Penanganan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aspek mitigasi bencana serta kelestarian lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Sigi juga mulai mengantisipasi potensi bencana susulan dengan melakukan kajian lapangan serta koordinasi bersama pihak terkait untuk mencegah dampak lanjutan, termasuk gangguan terhadap sumber air bersih masyarakat.
Selain ancaman kubangan pascagempa, bencana ini juga menimbulkan dampak besar di wilayah Sigi. Tercatat tiga orang meninggal dunia, 108 warga mengalami luka-luka, serta sekitar 1.652 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.
Hingga kini, BPBD Sigi bersama BNPB masih melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak, termasuk upaya mitigasi risiko banjir bandang di kawasan hulu sungai Nokilalaki. *


