PALU, CS – Sebanyak 500 mahasiswa Program Studi Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) akan diterjunkan ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palu, untuk mendukung penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data.
Program magang tersebut secara resmi dilepas Wali Kota Palu yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kota Palu, Muhammad Akhir Armansyah, di Ruang Rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Senin (22/6/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu, Dekan FMIPA Untad, dosen pendamping, mahasiswa peserta magang, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Muhammad Akhir Armansyah menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini terjalin antara Program Studi Statistika Untad dan Pemerintah Kota Palu dalam mendukung pengelolaan statistik sektoral.
Menurutnya, kerja sama tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat implementasi Kebijakan Satu Data Indonesia di tingkat daerah.
“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Program Studi Statistika Universitas Tadulako atas terjalinnya kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kota Palu dalam mendukung pengelolaan data statistik sektoral serta implementasi Kebijakan Satu Data Indonesia,” ujar Akhir.
Ia menjelaskan, data kini menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Mulai dari proses perencanaan pembangunan, pelaksanaan program, pengambilan keputusan hingga evaluasi kebijakan membutuhkan dukungan data yang akurat, valid, dan berkualitas.
Karena itu, kehadiran ratusan mahasiswa statistika di berbagai OPD diharapkan mampu membantu perangkat daerah dalam memperkuat pengelolaan data sektoral sekaligus meningkatkan kualitas data pembangunan yang dimiliki pemerintah.
Selain memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah, program magang tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam situasi kerja nyata.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis di lapangan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara nyata dalam mendukung pengelolaan data pembangunan di Kota Palu,” lanjutnya.
Akhir berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan mengasah kemampuan analisis data yang menjadi kebutuhan penting di era digital saat ini.
Melalui program magang itu, Pemerintah Kota Palu dan Untad berkomitmen memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, akuntabel, dan berbasis data sesuai semangat Kebijakan Satu Data Indonesia. *


