MANOKWARI, CS – Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Sulawesi Tengah menyatakan kesiapan penuh mengikuti seluruh cabang lomba pada PESPARAWI Tingkat Nasional XIV yang berlangsung di Manokwari, Papua Barat, mulai 22 hingga 27 Juni 2026.
Kesiapan tersebut disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulawesi Tengah, Dra. Diah Agustiningsih, M.Pd., usai menghadiri seremoni pembukaan PESPARAWI Nasional XIV yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Borarsi, Manokwari, Sabtu (20/6/2026).
Diah mengatakan seluruh peserta dari Sulawesi Tengah berada dalam kondisi baik dan telah menjalani berbagai persiapan untuk menghadapi kompetisi paduan suara gerejawi tingkat nasional tersebut.
“Persiapan dan latihan terus kami mantapkan untuk keseluruhan kategori yang kami ikuti. Atas perkenan Tuhan Yang Maha Kuasa, Kontingen Pesparawi Sulawesi Tengah siap menjalani tahapan perlombaan yang akan dimulai Senin (22/6/2026) nanti,” ujar Diah.
Ia juga meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sulawesi Tengah agar kontingen dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus meraih hasil maksimal bagi daerah.
Menurut Diah, keberangkatan kontingen ke Manokwari tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pihak yang turut membantu proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sulawesi Tengah serta pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota yang telah memberikan dukungan penuh kepada kontingen Pesparawi Sulawesi Tengah,” katanya.
PESPARAWI Nasional XIV diikuti oleh kontingen dari 38 provinsi di Indonesia. Pembukaan kegiatan diawali dengan ibadah dan dilanjutkan seremoni yang menampilkan kolaborasi paduan suara, musik tradisional Papua, tarian kolosal, pertunjukan teaterikal, serta pesan-pesan persatuan dalam keberagaman.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Dr. Junaidin, S.Ag., M.A., mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti rangkaian kegiatan dengan menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan sportivitas.
“Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana memuliakan Tuhan, memperkuat karakter, dan mempererat persaudaraan dalam keberagaman,” ujar Junaidin.
Ia juga mengajak seluruh kontingen Sulawesi Tengah untuk turut mendoakan masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. *


