PALU, CS – Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek ) Republik Indonesia, Prof. Fauzan, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga harus menjadi pusat riset, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Fauzan saat menghadiri Deklarasi Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dirangkaikan dengan kunjungan kerjanya, di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Kota Palu, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing daerah maupun bangsa di masa depan.
Karena itu, perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.
“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga harus menjadi pusat riset, inovasi, dan solusi bagi pembangunan. Hasil penelitian harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Fauzan.
Ia menekankan pentingnya hilirisasi riset agar berbagai inovasi yang lahir dari kampus tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dimanfaatkan secara luas untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di era digital saat ini, lanjut Fauzan, mahasiswa juga dituntut menguasai teknologi, kecerdasan buatan, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat.
Menurutnya, kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi muda yang tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi motor penggerak pembangunan bangsa.
“Kita ingin pendidikan menjadi investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Fauzan juga mengapresiasi inisiatif perguruan tinggi di Sulteng yang membentuk Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana.
Menurutnya, kolaborasi antarkampus menjadi langkah penting dalam memperkuat riset dan inovasi yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim serta kebencanaan yang dihadapi daerah.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, dan dihadiri unsur Forkopimda Sulteng, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sulteng, serta sejumlah mitra kerja terkait.*


