POSO, CS – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu resmi menutup operasi pencarian terhadap Gito Aprianto (31), warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil.
Keputusan penghentian operasi diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi bersama unsur terkait dan pihak keluarga korban sesuai prosedur yang berlaku.
Korban dilaporkan hanyut saat menyeberangi Sungai Lariang pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, korban bersama adiknya dalam perjalanan pulang dari lokasi penambangan emas di kawasan Bulu Tuwo.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Pemerintah Desa Doda Lore, korban terseret arus sungai yang deras ketika menyeberang. Adik korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun gagal menyelamatkan korban karena kuatnya arus.
Laporan kejadian diterima Kantor SAR Palu pada 14 Juni 2026 pukul 10.10 WITA. Tim Rescue kemudian diberangkatkan ke lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian.
Selama tujuh hari operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Lariang menggunakan perahu karet serta pencarian darat di tepian sungai. Namun hingga hari terakhir operasi, korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR, Rusmadi, mengatakan berbagai kendala di lapangan turut memengaruhi proses pencarian, terutama derasnya arus sungai dan banyaknya bebatuan yang membatasi pergerakan perahu karet di sejumlah titik.
“Selama tujuh hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan telah berupaya semaksimal mungkin dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, baik melalui pencarian di atas air maupun penyisiran darat di sepanjang aliran Sungai Lariang. Namun hingga operasi berakhir, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Rusmadi, melalui rilisnya diterima media ini, Kamis (25/6/2026).
Meski operasi SAR telah ditutup, pemantauan akan tetap dilakukan oleh keluarga dan masyarakat setempat. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian dapat dibuka kembali.
Operasi tersebut melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Palu, Polsek Lore Tengah, BPBD Kabupaten Poso, Mapala Imunitas, Pemerintah Desa Doda Lore, dan masyarakat setempat. *


