PALU, CS – Universitas Tadulako (Untad) mengirimkan kontingen mahasiswa untuk mengikuti empat ajang kompetisi tingkat nasional di Makassar dan Jakarta. Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., meminta mahasiswa menjadikan kompetisi sebagai ruang pembuktian kemampuan, pengembangan kompetensi, dan perluasan pengalaman.

Pesan tersebut disampaikan Amar saat melepas kontingen mahasiswa di Ruang Pertemuan Lantai 2 Media Center Untad, Kamis (15/10/2026).

Amar menegaskan, keberhasilan dalam kompetisi tidak semata-mata ditentukan oleh medali atau penghargaan, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa memberikan penampilan terbaik dan memperoleh pengalaman berharga.

“Jangan selalu berpikir juara, tetapi berpikirlah bagaimana saya melakukan hal yang terbaik,” pesan Amar.

Empat ajang yang diikuti kontingen Untad meliputi Penganugerahan Abdidaya Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKOrmawa) 2026 di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar; Sulsel Taekwondo Championship di Gedung Olahraga JK Arenatorium, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar; Phinisi Marching Band Competition VII Tingkat Nasional di GOR Sudiang, Makassar; serta Pesta Paduan Suara Gerejawi Mahasiswa (PESPARAWI) Tingkat Nasional di Universitas Tarumanagara, Jakarta.

Kepada kontingen Abdidaya, Amar berharap mahasiswa mampu menghadirkan gagasan dan solusi yang menjawab persoalan masyarakat. Ia juga meminta peserta menunjukkan keunggulan gagasan sendiri, bukan sekadar mengikuti atau meniru peserta lain.

Sementara itu, kontingen marching band diminta menjaga harmonisasi, kreativitas, dan kekompakan tim. Adapun peserta PESPARAWI diharapkan mampu menampilkan kualitas vokal, harmoni, dan interpretasi lagu secara optimal.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sagaf, menyampaikan kebanggaannya atas semangat mahasiswa yang akan membawa nama Untad di tingkat nasional.

“Mereka adalah pejuang, pejuang prestasi mahasiswa Universitas Tadulako,” ujarnya.

Sagaf menjelaskan, sebagian kontingen mendapat kesempatan mengikuti kompetisi nasional melalui undangan Pusat Prestasi Nasional, termasuk kontingen paduan suara.

Ia juga menyoroti rekam jejak tim marching band Untad yang sebelumnya beberapa kali meraih juara pada kompetisi tingkat wilayah Indonesia Timur. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk bersaing di tingkat nasional.

Menurut Sagaf, keikutsertaan dalam kompetisi bukan sekadar perjalanan ke luar daerah, melainkan amanah untuk menjaga nama baik universitas. Karena itu, mahasiswa diminta tetap fokus, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta memperhatikan sikap selama mengikuti kegiatan.

Amar turut mengingatkan seluruh kontingen agar menjunjung tinggi sportivitas dan integritas, mematuhi ketentuan penyelenggara, serta menjaga perilaku selama berada di lokasi kompetisi.

Melalui empat ajang tersebut, Untad diharapkan tidak hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga memperkuat kapasitas mahasiswa dalam bidang pengabdian masyarakat, olahraga, seni musik, dan paduan suara.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Sagaf, MP. *