MOROWALI, CS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali memastikan pendaftaran Beasiswa Morowali Tahap II akan dibuka mulai akhir Juli hingga September 2026.
Pada tahap ini, program beasiswa diprioritaskan bagi mahasiswa baru yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, mengatakan proses pendaftaran tetap dilakukan secara daring melalui aplikasi Beasiswa Morowali, sebagaimana pelaksanaan pada tahap sebelumnya.
“Insya Allah di akhir bulan Juli sampai September kami akan membuka pendaftaran melalui aplikasi. Tahap kedua ini khusus untuk mahasiswa baru,” ujar Arifin di Kantor Dinas Pendidikan, Rabu (1/7/2026).
Arifin menjelaskan, terdapat ketentuan yang wajib dipatuhi oleh seluruh calon penerima, yakni tidak diperkenankan menerima beasiswa ganda dari pemerintah maupun lembaga lain. Aturan tersebut mengacu pada regulasi yang berlaku di tingkat pemerintah pusat, provinsi, hingga pemerintah daerah.
Menurutnya, Pemkab Morowali telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan, di antaranya IMIP, Vale, dan Hengjaya, dalam penyaluran program beasiswa. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) guna memastikan penyaluran bantuan pendidikan tidak tumpang tindih dengan program beasiswa lainnya.
“Aturannya memang tidak boleh menerima beasiswa ganda, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun instansi lain. Itu sudah menjadi ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, apabila dalam proses verifikasi atau pemeriksaan ditemukan penerima yang memperoleh lebih dari satu beasiswa, maka penerima tersebut berpotensi diminta mengembalikan dana bantuan sesuai hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Karena itu, Arifin mengimbau seluruh calon pendaftar agar memastikan hanya mengikuti satu program beasiswa sehingga tidak melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.
“Kami mengimbau calon pendaftar untuk memastikan hanya mengikuti satu program beasiswa agar tidak menyalahi ketentuan yang berlaku,” tandas Arifin.
Reporter: Murad


