BANGKALAN, CS – Pulau Madura kini makin dilirik investor global. Kawasan Industri Wiraraja Madura yang berlokasi di Bangkalan, Jawa Timur, mulai membuka pintu lebar-lebar bagi penanaman modal asing dari berbagai negara.

Tak hanya didominasi pemain asal China, sejumlah perusahaan multinasional dari Korea Selatan, Jepang, Inggris, hingga Uni Emirat Arab (UEA) kini bersaing memperebutkan peluang investasi di kawasan tersebut.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, Akhmad Ma’ruf Maulana, menjelaskan bahwa tingginya minat investor luar negeri membuat pengembangan kawasan ini tidak bertumpu pada satu negara saja.

“Ada beberapa perusahaan Korea yang masuk, saat ini sedang dalam tahap pembicaraan, penjajakan MoU, hingga penandatanganan. Selain Korea, ada juga Jepang, UK (Inggris), dan Uni Emirat Arab. Jadi tidak hanya satu negara saja,” ujar Ma’ruf.

Strategi Klaster dan Fokus Pasar Ekspor

Investasi dari pabrikan asal China akan masuk dalam bentuk klaster industri. Skema ini diterapkan untuk membangun konsentrasi manufaktur yang terintegrasi dan efisien di dalam kawasan.

Sejumlah sektor manufaktur unggulan telah dipetakan untuk dikembangkan di Bangkalan, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produk akhir. Industri yang disiapkan mencakup:

  • Pabrik plastik dan kemasan makanan
  • Pengolahan benang dan matras
  • Industri furnitur
  • Pengolahan cokelat
  • Pengalengan ikan dan produk makanan laut lainnya

Menariknya, seluruh fasilitas manufaktur yang dibangun di Kawasan Industri Wiraraja ini difokuskan penuh untuk mengisi pasar ekspor, bukan sekadar pasar domestik.

Langkah Konkret dan Dukungan Pemerintah

Langkah ekspansi ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat jaringan kerja sama industri internasional. Pada Agustus 2026, pemerintah Indonesia dan China telah menandatangani kesepakatan awal untuk pengembangan kawasan industri di Madura ini, termasuk bermitra dengan investor dari kawasan Guangdong.

Proses kerja sama dengan para investor global kini memasuki tahap pematangan. Sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya akan dinaikkan statusnya menjadi perjanjian kerja sama konkret.

“Nanti beberapa perusahaan dari China dan Korea akan hadir langsung untuk penandatanganan kerja sama di lokasi,” tambah Ma’ruf.

Untuk menjamin kelancaran dan keamanan iklim investasi, koordinasi intensif terus dilakukan bersama jajaran pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat, termasuk Gubernur Jawa Timur, Kapolda, Pangdam, dan unsur Muspida. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tingkat lanjut dijadwalkan berlangsung pada 9 September 2026 di Jawa Timur.

Lokasi Strategis di Luar Jawa Bagian Barat

Hadirnya Kawasan Industri Wiraraja Madura menjadi alternatif strategis di luar pusat industri konvensional yang selama ini menumpuk di Jawa bagian barat dan tengah.

Posisi Bangkalan yang terhubung langsung dengan Kota Surabaya melalui Jembatan Suramadu menjadi nilai tambah utama dalam mempermudah konektivitas logistik dan distribusi barang ekspor.*