JAKARTA, CS – Pemerintah Indonesia resmi merancang Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) 2027 demi megarahkan roda perekonomian nasional menuju target pertumbuhan 6% pada tahun mendatang.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengonfirmasi bahwa seluruh agenda prioritas ini telah dikelompokkan ke dalam delapan sektor utama.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, pada 2027 PKPN yang terdiri dari 60 program tersebar ke dalam 8 klaster,” ujar Rachmat Pambudy dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Ia menambahkan bahwa akselerasi ekonomi diarahkan pada proyek yang berdampak luas bagi masyarakat.

 “Pertumbuhan tinggi akan dicapai dari program-program prioritas melalui program yang punya multiplier effect di bidang pembangunan, khususnya pembangunan yang mengarah kepada pemerataan,” tegasnya.

8 Klaster Utama dan Program Unggulan PKPN 2027

1. Kedaulatan Pangan

  • Pembentukan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih & penyediaan 4.582 kapal ikan modern.
  • Pengembangan 40.000 lokasi budidaya ikan darat tematik.
  • Revitalisasi 14.090 hektare tambak nila salin di Pantura serta 2.000 hektare replikasi tambak udang terintegrasi.
  • Pembangunan 2.000 hektare sentra industri garam nasional.
  • Penguatan kawasan pangan terintegrasi dan sentra perkebunan (sawit, tebu, kakao, kelapa, kopi, rempah, jambu mete).
  • Peningkatan komoditas ternak (daging, susu, dan telur).

2. Kemandirian Energi dan Air

  • Penerapan mandatori Biodiesel 50 (B50) dan Bioetanol 20 (E20).
  • Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 GW dan PLTA skala besar terintegrasi.
  • Konversi 6 juta unit sepeda motor BBM ke listrik serta penyediaan kompor listrik untuk 2–5 juta rumah tangga.
  • Pemasangan 1 juta sambungan rumah (SR) jaringan gas kota (jargas) dan elektrifikasi 10.000 desa.
  • Pengembangan 10 Small Scale Green Modular Refinery, 6 storage, eksplorasi 10 blok migas baru, serta optimalisasi sumur tua dan sumur minyak masyarakat.
  • Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan penerapan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM).
  • Pelaksanaan program Swasembada Air.

3. Pendidikan

  • Program Makan Bergizi Gratis untuk anak sekolah.
  • Revitalisasi sarana-prasarana sekolah/madrasah dan pembagian bantuan perlengkapan sekolah.
  • Pembangunan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), 500 Sekolah Rakyat, 20 Sekolah Garuda baru, dan 80 Sekolah Garuda Transformasi.
  • Penyediaan Studio Guru serta digitalisasi pendidikan melalui 2 juta papan interaktif digital.
  • Pendirian 10 universitas baru berbasis STEMM (Medical University).
  • Pencetakan 500.000 lulusan SMK Go Global.
  • Pembentukan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Nasional.
  • Peningkatan kesejahteraan guru lewat transfer langsung tunjangan serta perlindungan anak di ruang digital (PP TUNAS).

4. Kesehatan

  • Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
  • Peningkatan mutu (upgrade) 66 rumah sakit.
  • Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis.
  • Penuntasan kasus Tuberkulosis (TB).

5. Hilirisasi dan Industrialisasi

  • Pelaksanaan 18 proyek hilirisasi industri strategis.
  • Pengembangan industri Mobil Nasional dan Motor Nasional.
  • Penguatan ekosistem industri kedirgantaraan dan pengembangan industri semikonduktor.

6. Infrastruktur, Perumahan, dan Ketahanan Bencana

  • Pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall).
  • Pemulihan dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.
  • Gerakan ASRI (gentengisasi, penghijauan, dan pembenahan tata kelola sampah).
  • Target 3 juta rumah (1 juta unit rumah baru & 2 juta unit renovasi).
  • Perluasan dan perbaikan jaringan kereta api nasional.

7. Ekonomi Kerakyatan dan Desa

  • Pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
  • Percepatan pembangunan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

8. Penurunan Kemiskinan

  • Program PRO-KESRA Bantuan Sosial Terintegrasi.
  • Program PRO-KESRA pemberdayaan untuk 10 juta penduduk bekerja dan berusaha.

Seluruh implementasi klaster tersebut disokong oleh empat fondasi utama, yakni Pusat Data Nasional, pencegahan dan penanganan judi online, pemberantasan penyalahgunaan narkotika, serta penindakan kegiatan penyelundupan. Operasional program juga didukung penuh oleh penguatan sektor pertahanan-keamanan, penegakan hukum, digitalisasi, tata kelola pemerintahan, dan diplomasi ekonomi.*