MOROWALI, CS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali mulai mematangkan persiapan sayembara Hymne Kabupaten Morowali yang akan dibuka untuk masyarakat dan putra-putri Morowali.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat di Aula Lantai I Kantor Bupati Morowali, Senin (5/10/2026). Rapat dipimpin Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Morowali, Muh. Ridwan.

Ridwan mengatakan, sayembara Hymne Morowali menjadi bagian dari upaya melengkapi unsur lambang daerah sekaligus memperkuat identitas, jati diri, dan nilai-nilai budaya Kabupaten Morowali.

Sebelumnya, Pemkab Morowali telah melaksanakan sayembara logo daerah. Menurut Ridwan, untuk menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Lambang Daerah, unsur hymne juga perlu dipenuhi.

“Hymne daerah nantinya berbentuk puisi atau syair yang memuat ajakan kepada masyarakat untuk membangun daerah, melestarikan budaya, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” jelasnya.

Ia mengatakan, tema sayembara masih menunggu petunjuk dari Dewan Adat. Sementara mekanisme penjurian akan melibatkan unsur tokoh adat, profesional, pemerhati seni, dan Pemerintah Daerah.

Pemkab Morowali juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang memiliki kemampuan dan jiwa seni untuk ikut ambil bagian dalam sayembara tersebut.

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah ketentuan teknis. Peserta merupakan masyarakat Kabupaten Morowali yang dibuktikan dengan KTP Morowali dan/atau putra-putri Morowali yang dibuktikan dengan dokumen administrasi.

Peserta juga diwajibkan menyertakan surat pernyataan terkait royalti saat menyerahkan karya.

Proses penilaian akan dilakukan setelah peserta menyerahkan rekaman dan partitur, kemudian dilanjutkan dengan penampilan secara langsung. Tim juri akan terdiri dari unsur tokoh adat, profesional, pemerintah daerah, dan pemerhati seni.

Selain musikalitas, penilaian juga akan memperhatikan kekuatan lirik serta bagian klimaks atau kalimat penegas yang mudah diingat.

Hymne yang terpilih diharapkan memiliki karakter kuat dan mampu merepresentasikan nilai, sejarah, budaya, serta semangat masyarakat Morowali.

Seluruh ketentuan tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam petunjuk teknis (juknis) sayembara.

Tak hanya menawarkan ruang bagi kreativitas masyarakat, Pemkab Morowali juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang.

Juara I akan memperoleh hadiah sebesar Rp45 juta, juara II Rp30 juta, dan juara III Rp25 juta.

Sementara itu, tahapan sayembara dijadwalkan dimulai pada 6-18 Oktober 2026 untuk pengumuman dan pendaftaran peserta.

Sosialisasi akan dilaksanakan melalui Zoom pada 19-20 Oktober 2026. Selanjutnya, pengumpulan karya berlangsung pada 21 Oktober hingga 15 November 2026.

Proses penilaian akan dilaksanakan menyesuaikan tahapan teknis yang ditetapkan panitia.

Pengumuman pemenang direncanakan pada 1 Desember 2026. Penyerahan penghargaan sekaligus launching Hymne Kabupaten Morowali dijadwalkan pada 5 Desember 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Morowali.

Rapat persiapan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Adati Tobungku H. Maizun Ilwan Ridhwan, Tokoh Adat Pebotoa Adati Tobungku H. Mauludin dan Rabiah Laonu, perwakilan Disparbudpora, Kominfo-SP, Bagian Hukum Setda Morowali, pemerhati seni Dhian Rosmery Pombalawo, Riscein Pa Tinggi dan Alsapan Tengkano, serta staf Bagian Tata Pemerintahan.

Reporter: Murad