PALU, CS – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menyambut kepulangan kontingen mahasiswa yang meraih prestasi dalam lima ajang kompetisi di Makassar, Jakarta, dan Mamuju.

Dalam kesempatan tersebut, rektor mengapresiasi capaian mahasiswa sekaligus berkomitmen memprioritaskan peningkatan fasilitas kemahasiswaan pada 2027.

Penyambutan berlangsung di Ruang Rektor Untad, Selasa (27/10/2026), dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Sagaf, MP., serta perwakilan mahasiswa, pelatih, dan pendamping dari masing-masing cabang kompetisi.

Rektor menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh kontingen dalam keadaan selamat. Ia juga mengapresiasi kerja keras mahasiswa, pelatih, dan pendamping yang telah membawa nama Untad dalam berbagai kompetisi.

“Ini sangat luar biasa, dengan lima kompetisi yang dilakukan, dan semuanya meraih prestasi,” ujar Amar.

Salah satu capaian diraih paduan suara mahasiswa Untad dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi Mahasiswa (Pesparawi) Tingkat Nasional di Universitas Tarumanagara, Jakarta. Kontingen tersebut memperoleh predikat Silver dan menempati posisi juara dua.

Amar menilai capaian itu patut dibanggakan, terlebih para mahasiswa harus menjalani persiapan dengan fasilitas latihan yang terbatas.

“Bisa latihan cuma di lorong-lorong, luar biasa,” tuturnya.

Prestasi lainnya diraih Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (HIMASKI) Untad yang memperoleh Terbaik 2 Ormawa Paling Inovatif kategori Organisasi Kemahasiswaan pada Penganugerahan Abdidaya Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKOrmawa) 2026 di Makassar.

Atas capaian tersebut, rektor berpesan agar mahasiswa terus mengembangkan kreativitas dan inovasi.

“Teruslah berinovasi, karena inovasi tidak ada henti,” pesannya.

Di bidang olahraga, kontingen taekwondo Untad meraih medali emas dalam Sulawesi Selatan Taekwondo Championship yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin.

Sementara itu, Marching Band Tadulako membawa pulang Juara I dan Juara II kategori Individual Wind serta Juara II Wind Ensemble dalam Phinisi Marching Competition VII.

Rektor turut mengapresiasi pembina marching band, H. Arifuddin, S.Pd., M.Si., beserta seluruh anggota tim. Ia juga menyampaikan rencana mengevaluasi kebutuhan peralatan kelompok tersebut guna mendukung peningkatan prestasi pada kompetisi mendatang.

Selain itu, ia membuka gagasan pengembangan aransemen marching band dengan memasukkan alat musik tradisional daerah, seperti kakula, untuk memperkaya karakter bunyi yang ditampilkan.

Prestasi berikutnya datang dari kontingen karate Untad yang meraih sembilan medali emas dalam Kejuaraan Karate Piala Kodam di Mamuju, Sulawesi Barat. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Sagaf, MP., turut menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan pendamping atas kontribusi mereka dalam mengantarkan atlet meraih prestasi.

Sebagai bentuk penghargaan, Amar menyampaikan bahwa mahasiswa berprestasi berhak memperoleh reward berdasarkan peraturan rektor. Penghargaan tersebut dijadwalkan diserahkan pada Desember mendatang, antara lain dalam bentuk keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Mungkin jangan dilihat jumlahnya dulu, tetapi bentuk kepedulian kita,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Amar juga mengakui masih adanya keterbatasan fasilitas pendukung kegiatan mahasiswa. Ia menyebut peningkatan fasilitas kemahasiswaan akan menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan tahun 2027.

Sejumlah rencana yang disampaikan meliputi penambahan peralatan latihan, perbaikan lapangan sepak bola terbuka yang dilengkapi lintasan lari dan tribun, serta rencana pembangunan gedung auditorium kedap suara untuk mendukung kegiatan seni dan latihan paduan suara.

Rektor menegaskan bahwa berbagai prestasi yang diraih mahasiswa merupakan hasil kerja bersama untuk membawa nama baik institusi.

“Kita bekerja bukan untuk Rektor, bukan untuk Wakil Rektor, tetapi untuk institusi yang kita cintai ini. Institusi itu siapa di dalamnya? Pertama adalah Anda, mahasiswa,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Amar mengingatkan mahasiswa agar tidak berpuas diri atas capaian yang telah diraih dan terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Yakinlah, proses tidak akan membohongi hasil. Apa yang telah Anda raih bukan hasil akhir, tetapi pemicu untuk terus mengembangkan diri dan berusaha lebih baik ke depan, apalagi tahun depan,” pesannya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni, kepala biro dan kepala bagian, dosen pembina, pelatih, serta mahasiswa dari masing-masing kontingen. **