MOROWALI, CS – Ketua Tim Kerja Iksan Bersama Rakyat (IBR) Kabupaten Morowali, Asfar, S.E., mengapresiasi langkah tegas Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., dalam memberantas peredaran narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Asfar menilai, upaya yang dilakukan Polres Morowali merupakan bagian penting dari penyelamatan generasi muda dari ancaman narkoba. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya pemberantasan narkotika melalui sinergi dengan aparat penegak hukum.

Hal itu disampaikan Asfar kepada media ini, Senin (26/10/2026). Menurutnya, langkah Polres Morowali sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba, yang diteruskan melalui jajaran kepolisian hingga tingkat daerah.

“Kami dari Tim IBR sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah serta tindakan tegas Bapak Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini dalam memberantas narkoba di Morowali. Ini adalah langkah penyelamatan masa depan anak-anak kita,” tegas Asfar.

Ia secara khusus menyoroti razia tempat hiburan malam (THM) di Kecamatan Bahodopi yang digelar pada Sabtu malam (24/10/2026). Operasi tersebut dipimpin langsung Kapolres Morowali bersama Subdenpom dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dalam razia itu, petugas mengamankan sembilan pengunjung THM yang dinyatakan positif narkoba berdasarkan hasil tes urine serta menyita barang bukti sabu seberat 1,41 gram. Petugas juga melakukan penindakan terhadap lima pasangan yang bukan suami istri dan terjaring razia di penginapan.

“Luar biasa. Razia THM dan penginapan yang dipimpin langsung Kapolres itu bukti bahwa polisi tidak main-main. Sembilan orang positif narkoba dan barang bukti sabu diamankan. Kami masyarakat merasa aman,” ujarnya.

Selain penindakan, Asfar mengapresiasi pendekatan pencegahan yang dilakukan Polres Morowali melalui kegiatan Minggu Kasih dan penyuluhan bahaya narkoba kepada pelajar, jemaat gereja, serta umat Hindu.

Menurutnya, kombinasi penegakan hukum dan edukasi masyarakat diperlukan untuk mempersempit ruang peredaran narkoba, terutama di Morowali yang memiliki aktivitas industri dan mobilitas pekerja cukup tinggi.

“Kapolres Morowali ini tidak hanya tegas di lapangan, tapi juga humanis. Melalui Minggu Kasih di pura dan gereja, beliau mengingatkan orang tua agar mengawasi anak-anak dari bahaya narkoba dan judi online. Ini lengkap, preventif dan represif berjalan,” katanya.

Asfar menegaskan, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. Dukungan masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing.

Ia menyatakan, Tim IBR siap mendukung upaya Polres Morowali dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari peredaran narkoba.

“Kami IBR siap berada di garda terdepan mendukung program pemberantasan narkoba Polres Morowali. Ini sejalan dengan visi Iksan Bersama Rakyat untuk menciptakan Morowali yang bersih, sehat, dan bermartabat. Jangan beri ruang bagi narkoba di Bumi Tepe Asa Moroso,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini sebelumnya menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memerangi peredaran narkotika melalui penindakan dan razia di sejumlah lokasi yang dinilai rawan.

“Atas instruksi Bapak Presiden, Bapak Kapolri, dan Bapak Kapolda Sulteng, kami Polres Morowali berkomitmen penuh memerangi narkoba. Tidak ada tempat bagi narkoba di Morowali. Kami akan terus lakukan razia di THM, kos-kosan, dan penginapan,” tegas Kapolres dalam keterangan resminya usai razia.

Reporter: Murad