DENPASAR, CS – Kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir belum memberikan dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Bali.
Pemerintah Provinsi Bali mencatat jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Dewata masih menunjukkan tren peningkatan meskipun biaya perjalanan udara mengalami kenaikan.
Informasi tersebut disampaikan berdasarkan laporan Gubernur Bali yang diterima DPRD Bali. Data tersebut menunjukkan bahwa minat wisatawan untuk berkunjung ke Bali tetap tinggi di tengah kenaikan harga tiket pesawat yang mencapai sekitar 13 persen.
Ketua DPRD Bali menyatakan peningkatan kunjungan wisatawan menjadi indikator bahwa daya tarik Bali sebagai destinasi wisata unggulan nasional dan internasional masih kuat. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa wisatawan masih menjadikan Bali sebagai tujuan utama perjalanan meskipun biaya transportasi mengalami kenaikan.
Namun demikian, pelaku industri pariwisata mengingatkan adanya potensi dampak jangka panjang apabila harga tiket pesawat terus meningkat. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menilai harga tiket yang mahal dapat memengaruhi keputusan wisatawan, terutama wisatawan domestik yang lebih sensitif terhadap biaya perjalanan.
PHRI mengkhawatirkan sebagian wisatawan akan menunda perjalanan, mengurangi durasi liburan, atau bahkan beralih ke destinasi lain yang menawarkan biaya perjalanan lebih rendah. Beberapa negara di kawasan Asia, seperti Thailand dan China, dinilai menjadi alternatif yang cukup kompetitif karena didukung tarif penerbangan yang relatif lebih terjangkau.
Kenaikan harga tiket pesawat dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya meningkatnya harga avtur serta masih terbatasnya jumlah armada pesawat yang beroperasi pascapandemi. Kondisi tersebut berdampak pada kapasitas penerbangan yang belum sepenuhnya pulih sehingga memengaruhi harga tiket di sejumlah rute domestik maupun internasional.
Menanggapi kondisi tersebut, DPRD Bali berencana melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan dan pemerintah pusat guna mencari solusi untuk menjaga stabilitas harga tiket. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga daya saing pariwisata Bali di tengah persaingan destinasi wisata regional yang semakin ketat.
Sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung perekonomian Bali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi sektor akomodasi, makanan, minuman, dan jasa terkait pariwisata menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, keberlanjutan akses transportasi udara yang terjangkau dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Bali.
Meski saat ini jumlah wisatawan masih meningkat, pemerintah daerah dan pelaku industri sepakat bahwa pengendalian biaya transportasi perlu menjadi perhatian agar momentum pemulihan dan pertumbuhan pariwisata Bali dapat terus terjaga. *


