SIGI, CS – Aktivitas kegempaan di Sulawesi Tengah (Sulteng) masih terus berlangsung.

Pada Sabtu (20/6/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mencatat tiga gempa bumi dengan magnitudo kecil di wilayah Sulteng, menambah rangkaian gempa yang terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026 lalu.

Berdasarkan informasi BMKG, gempa pertama berkekuatan magnitudo 2,0 terjadi pada pukul 11.38 WIB dengan lokasi 34 kilometer timur laut Tolitoli pada kedalaman 4 kilometer. Selang dua menit kemudian, gempa magnitudo 2,3 terjadi 31 kilometer timur laut Kabupaten Sigi pada kedalaman 5 kilometer.

BMKG kembali mencatat gempa magnitudo 1,9 pada pukul 11.51 WIB di lokasi yang berdekatan, yakni 32 kilometer timur laut Kabupaten Sigi dengan kedalaman 5 kilometer. Pukul 12.13 WIB kembali magnitudo 1,8 dilokasi berdekatan dengan kedalaman 4 kilometer.

Dengan tambahan aktivitas seismik tersebut, jumlah gempa yang tercatat di Sulteng hingga saat ini mencapai 1.038 kejadian.

Meski sebagian besar gempa susulan berkekuatan kecil, kondisi tersebut masih membuat sebagian warga terdampak gempa utama M 6,7 di Kabupaten Sigi memilih bertahan di tenda darurat.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 6.412 jiwa atau 2.109 kepala keluarga terdampak gempa yang terjadi pada 16 Juni lalu. Dari jumlah tersebut, ribuan warga di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki masih mengungsi dan menempati tenda-tenda darurat yang didirikan di sekitar rumah mereka.

Sebagian besar warga memilih membangun tenda mandiri di pelataran rumah masing-masing dibandingkan berpindah ke posko pengungsian terpusat. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga harta benda sekaligus memantau kondisi rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 1.652 unit rumah mengalami kerusakan di Kabupaten Sigi, terdiri atas 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.

Di Kecamatan Palolo, kerusakan dilaporkan terjadi di sejumlah desa. Di Desa Ampera, satu rumah dan satu gereja mengalami kerusakan, sementara di Desa Lembantongoa dua rumah dan satu gereja juga terdampak gempa.

Bencana tersebut menyebabkan satu warga meninggal dunia di Desa Ampera, Kecamatan Palolo. Selain itu puluhan warga mengalami luka-luka, termasuk dua warga di Kecamatan Palolo.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus menyalurkan bantuan berupa makanan, air bersih, serta tenda darurat kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Sigi masih memberlakukan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 17 hingga 30 Juni 2026, guna mempercepat penanganan pengungsi dan pemulihan pascabencana. *