BANGGAI, CS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menekankan penguatan strategi lintas sektor yang menyasar langsung keluarga sebagai upaya percepatan penurunan stunting pada 2026.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Ramli Songko, saat membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah dalam rapat koordinasi dan sinkronisasi program Bangga Kencana bersama Dinas P2KB Provinsi serta organisasi perangkat daerah kabupaten/kota se-Sulteng di Aula Kantor Bupati Banggai, Senin (20/4/2026).
“Untuk mempercepat hasil, pemerintah mendorong penguatan pelayanan keluarga berencana dan edukasi kesehatan, pendampingan keluarga berisiko stunting, integrasi program lintas sektor berbasis data, serta pemanfaatan transformasi digital dalam layanan dan monitoring,” ujar Ramli.
Pemprov Sulteng menegaskan percepatan penurunan stunting sebagai program prioritas daerah karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia.
Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Sulawesi Tengah menunjukkan tren penurunan dari 27,2 persen pada 2023 menjadi 26,1 persen pada 2024. Capaian tersebut turut mendapat pengakuan nasional melalui insentif fiskal dari pemerintah pusat.
Penurunan angka stunting juga diikuti dengan menurunnya tingkat kemiskinan, dari 12,41 persen pada 2023 menjadi 10,52 persen pada 2025, yang mencerminkan perbaikan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ramli juga mengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui Command Center “Berani Samporowa Sulteng” di nomor 08116662222. Selain itu, pemerintah provinsi membuka ruang dialog langsung dengan gubernur tanpa mekanisme protokoler usai pelaksanaan salat subuh di Masjid Bappeda Provinsi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C. Soriton, menekankan pentingnya ketahanan keluarga, khususnya peran laki-laki dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.
“Kita sebagai laki-laki harus introspeksi. Banyak kasus perceraian justru diajukan oleh pihak perempuan. Ini menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, meningkatnya peran perempuan di berbagai bidang menuntut laki-laki untuk semakin memperkuat peran dalam keluarga.
Dari sisi program, capaian peserta KB aktif hingga Oktober 2025 mencapai 287.848 orang, termasuk 95.848 peserta Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yang telah memenuhi target. Program KB pascapersalinan juga melampaui target dengan capaian 33.129 atau 103,4 persen.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, seperti belum optimalnya laporan kelompok kegiatan serta rendahnya partisipasi MKJP di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Banggai Laut.
Pemerintah berharap percepatan penurunan stunting dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat. *

