Pergantian kepemimpinan di Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi momentum penting di tengah desas-desus berakhirnya masa jabatan Endi Sutendi yang akan segera memasuki purna bhakti.
Dinamika ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan peluang strategis untuk menjawab berbagai tantangan keamanan yang semakin kompleks di daerah.
Salah satu persoalan paling mendesak di Sulteng saat ini adalah maraknya aktivitas tambang ilegal. Fenomena ini tidak lagi bersifat sporadis, melainkan telah berkembang menjadi persoalan sistemik yang melibatkan jejaring luas.
Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan dan merugikan negara, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Dalam konteks tersebut, sosok Kapolda yang baru dituntut memiliki kapasitas lebih dari sekadar kekuatan struktural. Diperlukan figur dengan rekam jejak kuat dalam penegakan hukum, kemampuan membaca dinamika sosial, serta pengalaman dalam menangani konflik sumber daya alam.
Nama Adrianto Jossy Kusumo muncul sebagai salah satu kandidat yang layak diperhitungkan. Penilaian ini berangkat dari rekam jejaknya yang menunjukkan kombinasi antara pengalaman lapangan, ketegasan dalam bertindak, serta kemampuan manajerial yang solid.
Pengalaman Jossy sebagai Wakapolda di dua wilayah berbeda, termasuk di Kalimantan dan Riau, menjadi indikator kapasitas kepemimpinannya. Di wilayah dengan kompleksitas geografis dan sosial tinggi seperti Kalimantan, persoalan keamanan yang berkaitan dengan sumber daya alam menuntut pendekatan yang tidak hanya tegas, tetapi juga terukur dan adaptif.
Selain itu, rekam jejaknya dalam memimpin operasi Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Riau menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas praktik ilegal. Keterlibatan langsung dalam operasi tersebut memperlihatkan keberanian sekaligus konsistensi dalam penegakan hukum, kualitas yang sangat relevan dengan kondisi Sulteng saat ini.
Nilai tambah lainnya, Jossy bukan sosok asing di Sulteng. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Banggai, wilayah dengan dinamika sosial serta potensi sumber daya alam yang tinggi. Pengalaman ini memberinya pemahaman kontekstual mengenai karakter masyarakat, pola konflik, dan tantangan keamanan di daerah.
Sulteng sendiri berada pada persimpangan antara potensi dan kerawanan. Di satu sisi, kekayaan sumber daya alam, khususnya di sektor pertambangan, menjadi daya tarik investasi. Namun di sisi lain, potensi tersebut juga memicu praktik ilegal yang kian meluas dan sulit dikendalikan.
Oleh karena itu, penanganan tambang ilegal tidak cukup dilakukan melalui pendekatan represif semata. Dibutuhkan strategi yang komprehensif, mencakup langkah preventif, penegakan hukum yang tegas, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum lainnya.
Dalam kerangka ini, Jossy Kusumo dinilai memiliki kapasitas untuk mengintegrasikan pendekatan tersebut. Kepemimpinan yang tegas namun komunikatif, disertai pendekatan humanis, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus membangun kepercayaan publik.
Lebih jauh, stabilitas keamanan di Sulteng juga berkaitan erat dengan iklim investasi. Sebagai salah satu daerah tujuan investasi nasional, kepastian hukum menjadi faktor utama yang menentukan keberlanjutan pembangunan. Peran Kapolda sangat strategis dalam menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan stabilitas daerah.
Pada akhirnya, pergantian Kapolda harus dimaknai sebagai momentum pembenahan menyeluruh, khususnya dalam penanganan tambang ilegal. Sosok pemimpin yang tepat akan sangat menentukan arah kebijakan serta efektivitas penegakan hukum ke depan.
Melihat kompleksitas persoalan yang dihadapi serta rekam jejak yang dimiliki, Adrianto Jossy Kusumo bukan sekadar layak dipertimbangkan. Ia merepresentasikan kebutuhan Sulteng saat ini, figur pemimpin yang berpengalaman, memahami daerah, serta mampu bekerja secara taktis dan strategis dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum secara konsisten.
Profil Singkat Adrianto Jossy Kusumo
Adrianto Jossy Kusumo (lahir Januari 1969) merupakan perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur sejak 15 Desember 2025. Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992 dan berpengalaman di bidang reserse.
Riwayat Jabatan:
- Kasatgaswil Papua Densus 88 AT Polri
- Kasatgaswil Sulteng Densus 88 AT Polri
- Dirtindak Densus 88 Antiteror Polri (2023-2025)
- Wakapolda Riau (2025-2026)
- Wakapolda Kalimantan Timur (2026-sekarang) *
Catatan Redaksi

