SIGI, CS – Universitas Tadulako (UNTAD) melalui program UNTAD Peduli menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (28/6/2026).

Sebanyak 500 paket bantuan didistribusikan secara bertahap kepada warga terdampak di Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki sebagai bentuk kepedulian sivitas akademika UNTAD terhadap korban bencana.

Penyaluran bantuan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta relawan UNTAD. Aksi kemanusiaan ini merupakan respons atas gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulteng. Selasa (16/6/2026) dan menyebabkan sejumlah masyarakat di Kabupaten Sigi terdampak.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Tadulako yang juga Ketua Tim UNTAD Peduli, Prof. M. Rusydi mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud solidaritas keluarga besar UNTAD kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa tanggap darurat.

Ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur pelaksana, mulai dari logistik, koordinasi lapangan, hingga pendataan kebutuhan masyarakat agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

Sebelum penyaluran bantuan, tim UNTAD melakukan asesmen lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak. Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Tadulako, Drs. Samsumarlin, M.Si., menjelaskan bahwa gerakan UNTAD Peduli diinisiasi oleh Rektor Universitas Tadulako dengan mengajak seluruh keluarga besar kampus berpartisipasi dalam penggalangan donasi bagi korban bencana di Kabupaten Sigi.

Menurut Samsumarlin, tim yang dikoordinasikan Kepala Pusat Studi Mitigasi Bencana Universitas Tadulako, Dr. Rustan Effendi, M.Si., lebih dahulu berkoordinasi dengan BPBD Sulawesi Tengah serta melakukan pendataan jumlah warga dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam penyusunan dan distribusi bantuan.

Pada tahap pertama, UNTAD Peduli menyalurkan sekitar 250 paket bantuan kepada masyarakat di sejumlah desa terdampak di Kecamatan Palolo.

Selanjutnya, sebanyak 250 paket bantuan kembali didistribusikan kepada warga terdampak di Kecamatan Nokilalaki.

Selain bantuan logistik, UNTAD juga menerjunkan tim relawan yang terdiri atas tenaga medis, dokter, perawat, serta mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan untuk memberikan pelayanan kesehatan, pendampingan kepada masyarakat, sekaligus membantu proses distribusi bantuan hingga ke tingkat desa dan dusun. Relawan tersebut di antaranya berasal dari Tim Bantuan Medis (TBM) AXIS Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako dan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa.

Rektor Untad, Prof. Amar, mengapresiasi seluruh sivitas akademika yang telah berpartisipasi dalam gerakan UNTAD Peduli. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur di lingkungan UNTAD mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang kuat.

Amar juga menegaskan komitmen universitas untuk terus menghadirkan dukungan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana.

Program UNTAD Peduli merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Universitas Tadulako dalam penanganan bencana.

Sebelumnya, universitas tersebut juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa di Masamba dan Mamuju pada 2021 serta korban banjir dan longsor di Sumatera pada Desember 2025. *