POSO, CS – Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, ditetapkan sebagai salah satu desa percontohan pelaksanaan program rehabilitasi rumah tidak layak huni di Sulawesi Tengah. Penetapan itu ditandai dengan kunjungan tim Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI untuk meninjau langsung progres pembangunan, Jumat (24/7).
Pemerintah menilai pelaksanaan program di Desa Toini berjalan sesuai target sehingga dinilai layak menjadi model pelaksanaan rehabilitasi rumah bagi daerah lain di Sulawesi Tengah.
Kepala Desa Toini, H. Suryadi Putra Rauf, mengatakan sebanyak 12 rumah warga mendapat bantuan rehabilitasi. Seluruh penerima merupakan masyarakat kategori Desil 1 hingga Desil 4 berdasarkan data pemerintah.
“Di Kabupaten Poso, khususnya Desa Toini, kami mendapat bantuan rehabilitasi untuk 12 rumah yang masuk kategori tidak layak huni,” katanya.
Ia menjelaskan progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Setelah pekerjaan tahap pertama selesai, program akan dilanjutkan dengan penyaluran material bangunan, termasuk penutup atap berupa seng.
“Nanti, setelah pekerjaan tahap pertama rampung, akan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan material termasuk penutup atap berupa seng,” ujarnya.
Suryadi mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap masyarakat di desanya. Menurutnya, program tersebut memberi harapan bagi warga untuk menempati hunian yang lebih aman dan layak.
“Terima kasih Bapak Presiden atas bantuan rehab rumah. Warga kami kini tinggal di hunian yang jauh lebih aman dan layak,” ucapnya.
Secara nasional, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menargetkan perbaikan 400 ribu rumah tidak layak huni melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026. Desa Toini menjadi salah satu lokasi yang diharapkan dapat menunjukkan efektivitas pelaksanaan program tersebut di tingkat desa. *


