PALU,CS – Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi dua kali gempa bumi di Wilayah Sulteng pada Rabu 28 Oktober 2020.
Berdasarkan informasi BMKG Palu, gempa pertama terjadi di Kabupaten Morowali dengan magnitudo 2,8 SR pada pukul 18.52 WITA. Titik gempanya berpusat di 2.64 LS – 122.63 BT tepatnya di Teluk Tolo, 53 KM arah timur laut Kaleroang, Morowali, dengan kedalaman 14 KM.
Berselang 2 jam, gempa kembali dilaporkan terjadi di Kabupaten Banggai pada Pukul 21.02 WITA dengan magnitudo 3,5SR. Lokasi gempa tercatat di 0.70 LS – 123.05 BT darat. Tepatnya 41 KM arah timur laut Banggai dengan kedalaman 10 KM.
Sebelumnya, pada Selasa 27 Oktober 2020 gempa bumi dilaporkan terjadi Malei Kabupaten Dongala, dengan magnitudo 3,8 SR pada Pukul 23.00 WITA. Lokasi gempa tercatat di 0.02LU-119.62BT Selat Makassar 17 KM arah barat Maleo Donggala pada kedalaman 7 KM.
Dalam rilis yang diterima Channelsulawesi.id, dari Kepala Pusat Gempa Bumi dan Sunami BMKG Pusat, Rahmat Triyono, Rabu 28 Oktober malam, menyampaikan gempa tektonik juga terjadi di Wilayah Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Pukul 02.43 WITA.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,20 LS dan 119,30 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 24 km arah Barat Daya Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar pada kedalaman 10 km.
Jenis dan mekanisme gempabumi yang terdeteksi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Mamuju (Mamuju Thrust). Jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust-fault).
Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Mamuju Tengah IV-V MMI ( Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun ), Mamuju III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Mamasa dan Majene II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).
“Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.
Hingga hari Rabu, 28 Oktober 2020 pukul 03.26 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya empat gempabumi susulan ( aftershock)
Rahmat Triyono mengimbau, masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.
Dan mengimbau masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (MDI)



Tinggalkan Balasan