Warning: Undefined variable $args in /home/channels/public_html/wp-content/themes/satuwp/inc/shortcode-bacajuga.php on line 56

Warning: Undefined variable $args in /home/channels/public_html/wp-content/themes/satuwp/inc/shortcode-bacajuga.php on line 56

KRAKOW, CS – Tim Panjat Tebing Indonesia kembali membuktikan kualitasnya di level dunia. Di tengah keterbatasan dukungan, Kontingen Panjat Tebing Indonesia berhasil membawa pulang empat medali dari ajang World Climbing Series Krakow 2026, terdiri atas satu emas, satu perak, dan dua perunggu.

Pencapaian itu terasa semakin istimewa karena Indonesia hanya mengirim tujuh atlet dan satu pelatih. Tidak ada ofisial, fisioterapis, maupun masseur yang mendampingi kontingen selama kejuaraan berlangsung. Bahkan, para atlet disebut tidak memiliki waktu untuk latihan dan adaptasi sebelum bertanding.

Meski demikian, para pemanjat Indonesia tetap tampil kompetitif di hadapan atlet-atlet terbaik dunia.

Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi bintang utama setelah sukses merebut medali emas nomor speed putri. Atlet asal Bali itu juga menyumbangkan medali perak di nomor mixed relay bersama Antasyafi Robby Al Hilmi.

Sementara itu, dua medali perunggu dipersembahkan oleh Raharjati Nursamsa di nomor speed putra dan tim estafet putri yang diperkuat Desak Made Rita serta Rajiah Salsabillah.

Raihan tersebut kembali menegaskan status Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dunia di nomor speed climbing. Namun, di balik keberhasilan itu muncul sorotan terhadap minimnya dukungan yang diterima kontingen.

Prestasi yang diraih dengan segala keterbatasan ini memunculkan harapan agar pembinaan panjat tebing Indonesia mendapat perhatian lebih besar. Dengan dukungan yang lebih memadai, peluang Tim Panjat Tebing Indonesia untuk terus mendominasi pentas dunia diyakini akan semakin terbuka.*