10 Desa di Sigi Jadi Locus Pembangunan Sanitasi Pedesaan Padat Karya 2021

Suasana kegiatan penetapan lokasi pembangunan sarana prasarana sanitasi perdesaan padat karya, di wilayah Kabupaten Sigi, yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sigi, Dr. Samuel Yansen Pongi. Kamis 4 Maret 2021 lalu. (FOTO : IST)

SIGI, CS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menetapkan 10 desa yang akan tersentuh program pembangunan sanitasi perdesaan padat karya tahun 2021.

Program ini bertujuan untuk menyediakan sarana air limbah domestik pemukiman khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, di lingkungan desa tertinggal. Kegiatan ini juga termasuk pada kegiatan pemberdayaan masyarakat Marginal/berpenghasilan rendah yang bersifat produktif,  berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Pemkab Sigi Pacu Program Rehab Rekon Pasca Bencana

“Tenaga Kerja dan teknologi lokal yang ada di wilayah Kabupaten Sigi, khususnya di sepuluh desa yang menjadi lokus program ini diantaranya Desa Mpanau, Makmur, Bangga, Uenuni, Balongga, Lambara, Bobo, Pakuli, Baluase dan Desa Kaleke,” kata Wakil Bupati Sigi, Dr. Samuel Yansen Pongi, dikutip channelsulawesi.id dari website sigikab.go.id, Selasa 16 Maret 2021.

Menurut Samuel, program ini sangat baik untuk masyarakat, selain menyediakan sarana dan prasarana yang berkualitas, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas sumber daya air dan lingkungan. Program ini juga memberikan kesempatan kerja sementara bagi masyarakat, sehingga bisa memberikan tambahan pendapatan bagi warga.

Baca Juga :  Pemkab Sigi Open pada Investor

“Termasikasih kepada Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulteng, yang telah menunjuk Kabupaten Sigi sebagai salah satu daerah untuk pelaksanaan program Sanitasi Perdesaan Padat Karya untuk tahun anggaran 2021 ini,” ucapnya.

Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan, Wabup berharap kiranya selain program ini, ada program-program lainnya yang bisa dikucurkan di Kabupaten Sigi.

“Tentunya saya berpesan, kiranya para kepala desa dapat bekerja semaksimal mungkin agar program ini dapat terlaksana dengan baik, serta apa yang menjadi tujuan bersama dapat tercapai,” imbunya. **

Pos terkait