Segmen D Proyek Anjungan Pantai Matano Terkendala Luasan Pembebasan

Suasana proyek pembangunan anjungan pantai matano.

MOROWALI, CS – Proyek pembangunan anjungan pantai matano setiap harinya sudah dalam tahap pengerjaan oleh pihak kontraktor yakni, PT. Megabuana Cipta Persada (MCP), selaku pemenang tender dari proyek yang bernilai puluhan miliar ini.

Terpantau dilokasi proyek para tukang  kerja proyek terus berjibaku mengerjakan tugasnya, demikian halnya dengan kendaraan pengangkut material proyek, keluar masuk lokasi membawa material tanah maupun pasir.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Tinjau Titik Nol KPN, Gubernur Sulteng Hembuskan Donggala Mekar Jadi Tiga

Berkaitan dengan proyek ini, Kepala Cabang Kontraktor Proyek Anjungan Pantai Matano, Harmiyati menuturkan bahwa pekerjaan sudah dimulai pada bulan Agustus. Pekerjaan terbagi dalam tiga segmen, yaitu segmen C, D dan E.

“Hinggga kini aktivitas pekerja tetap berjalan seperti biasa. Belum ada kendala, masih lancar-lancar saja,” kata Harmiyati dilokasi proyek terseut di Kelurahan Matano Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali, Selasa 20 September 2022.

Namun kata Harmiyati, pada bagian segmen D belum semuanya disentuh. Penyebabnya, karena volume lahan di segmen D yang dimaksud ini belum terbebaskan secara keseluruhan.

Baca Juga :  Kantor DPD PKS Morut Sudah 90 Persen

‘Kami tak ikut campur dengan urusan pembebasan lahan. Hal itu adalah ranahnya Pemerintah daerah dengan masyarakat. Meskipun alurnya seperti itu, kami juga berharap banyak, agar cepat terselesaikan,”paparnya.

Lanjutnya, jika memang tak ada kendala, hampir dipastikan seluruh kegiatan pada bulan Desember akan segera  rampung. Sesuai target di bulan November pekerjaan sudah proses finishing.

Faktor cuaca seperti hujan bisa memperlambat pekerjaan, sedangkan berhubungan dengan bahan baku proyek juga masih terpenuhi, dan tukang kerja yang dipakai kontraktor dalam proyek ini, yakni tenaga dari jawa.

Baca Juga :  Rayakan Idul Adha, Kapolres Morowali Tekankan Kebersamaan dan Saling Berbagi

“Anggaran proyek ini, Rp 20 Miliar lebih,”pungkas wanita yang ketika ditanya soal pendidikan terakhir, mengaku adalah salah satu Alumni Fakultas Tehnik Sipil Unsimar Poso. (MRM)

 

Pos terkait