POSO,CS – Mantan narapidana kasus terorisme asal Kabupaten Poso, Gilang Alfiansyah alias Gilang Pranada, menyatakan dukungannya terhadap Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal dan menjaga situasi keamanan di wilayah Poso.

Gilang, yang kini tinggal bersama orang tuanya di Jalan Pulau Irian Jaya II, Kecamatan Poso Kota, mengaku menyesal atas keterlibatannya dalam jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Poso. Ia berharap pengalamannya menjadi pelajaran berharga untuk tidak kembali terjerumus dalam kegiatan serupa.

“Pengalaman selama menjalani hukuman menjadi pelajaran hidup yang sangat berarti. Saya menyesal dan berkomitmen membantu aparat keamanan menjaga Poso agar tetap aman dan damai,” ujar Gilang, Rabu (16/10/2025).

Gilang pernah ditangkap pada 12 Juni 2022 karena terlibat dalam jaringan JAD Poso, dan divonis tiga tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur melalui putusan Nomor 117/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Tim tertanggal 3 Mei 2023. Ia menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Magelang dan dibebaskan pada 4 Maret 2025 berdasarkan surat dari Lapas Magelang Nomor WP13.PAS.PAS.8.PK.05.12-695 tanggal 2 Maret 2025.

Usai bebas, Gilang berupaya memperbaiki kehidupannya dengan bekerja sebagai kurir bahan bakar solar di SPBU Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota. Sebelumnya, ia sempat bekerja sebagai mekanik di bengkel milik pamannya di Desa Toyado, Kecamatan Lage.

Ia juga mengungkapkan penyesalan mendalam karena tidak dapat hadir saat neneknya meninggal dunia ketika masih menjalani hukuman di Lapas.

“Itu momen paling berat. Saya tidak ingin lagi membuat keluarga kecewa,” ucapnya.

Gilang berharap Satgas Madago Raya tetap melakukan komunikasi dan pendampingan terhadap para eks narapidana terorisme agar mereka dapat beradaptasi kembali di masyarakat.

Ia juga meminta pemerintah daerah memberikan perhatian melalui pelatihan keterampilan dan penyediaan lapangan pekerjaan.

“Setiap orang punya kesempatan kedua untuk berubah. Kami berharap pemerintah bisa membantu kami agar tetap di jalan yang benar dan ikut membangun Poso yang damai,” tuturnya. *