PARIMO, CS – Kualitas daging sapi dan ayam pedaging yang beredar di pasar-pasar wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dipastikan dalam kondisi aman, sehat, dan layak konsumsi selama Ramadan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parimo, melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Parigi Moutong (DPKH) menyatakan pengawasan kesehatan hewan terus diperketat guna menjamin mutu daging yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Parimo, I Wayan Gede Purna, mengatakan pihaknya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ternak sebelum dan sesudah pemotongan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan daging yang beredar bebas dari penyakit hewan menular.
“Kami melakukan pemantauan kesehatan hewan secara berkala, termasuk vaksinasi dan pemeriksaan fisik ternak. Tujuannya agar daging yang sampai ke masyarakat benar-benar dalam kondisi sehat,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, penerapan biosekuriti di kandang juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas daging. Peternak diimbau menjaga kebersihan kandang, membatasi akses keluar masuk hewan, serta memastikan pakan dan air ternak dalam kondisi baik.
DPKH juga meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak, khususnya di wilayah perbatasan, guna mencegah masuknya hewan yang berpotensi membawa penyakit.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang pernah terjadi beberapa tahun lalu tidak kembali muncul.
Selain pengawasan di tingkat peternak, petugas turut melakukan pemantauan di pasar tradisional untuk memastikan daging yang dijual memenuhi standar kesehatan.
Jika ditemukan indikasi daging tidak layak konsumsi, petugas akan segera melakukan penindakan sesuai ketentuan.
Wayan menegaskan, hingga hari kelima Ramadan, tidak ditemukan kasus penyakit hewan yang berdampak pada kualitas daging di Parimo. Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan daging yang beredar.
“Untuk saat ini, kondisi daging yang dijual di pasaran aman, sehat, dan layak dikonsumsi. Kami terus melakukan pengawasan agar kualitasnya tetap terjaga,” katanya.
Reporter: Anum

