BANGGAI,CS-Proyek pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk tahap I (satu) dipastikan terealisasi tahun ini. Saat ini Dinas PUPR Banggai, tengah melakukan tahapan proses tender konsultan pengawas dan konsultan penyusunan AMDAL.
Plt Kepala Dinas PUPR Banggai, I Dewa Supatriagama, kepada pewarta menjelaskan bahwa mega proyek tersebut nantinya dilakukan dalam tiga tahap dengan total estimasi pagu Rp Rp 351.070.901.000.00, miliar.
“Untuk tahap ini kita masih proses tender konsultan pengawasannya dengan konsultan penyusunan amdalnya. Nanti setelah selesai baru kita tender fisiknya,” ungkap Dewa diruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan perencanaan, ia memastikan pelaksanaan salah proyek strategis daerah yang bernilai ratusan miliar itu, terealisasi sekitar Juli atau Agustus tahun ini.
Selain proses tender konsultan pengawas dan konsultan AMDAL, pihaknya akan melakukan review kembali terkait master plan pembangunan RSUD Luwuk.
“Disitu kan masih ada bangunan lama, apakah dirobohkan atau tidak. Karena ada bilik-bilik yang bisa digunakan untuk jangka menengah,” ujarnya.
Dalam perencanaannya, bangunan berlantai tujuh itu akan dilengkapi basement dengan mengusung konsep Green hospital, Mall hospital, Hospital healing power environment dan Smart hospital.
Diketahui, proyek pengembangan RSUD Luwuk nantinya dilakukan dalam tiga tahap dengan total estimasi pagu Rp 351.070.901.000.00, miliar, dengan rincian tahun 2026 Rp114.892.389.000.00, miliar. Tahun 2027 Rp187.792.611.000.00, miliar. Tahun 2028 Rp48.385.901.000.00, miliar.
Dewa menambahkan jika pembangunan RSUD, merupakan implementasi wujud nyata dari visi-misi Bupati Ir Amirudin dan Wakilnya Drs Furqanuddin Masulili, yang dirumuskan dalam “Gerbang Sehat”, yaitu peningkatan sarana dan prasarana kesehatan.
Pembangunan RSUD Luwuk juga tidak hanya meningkatkan sarana fisik, tetapi juga membawa harapan pelayanan kesehatan yang lebih baik, bermutu, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Banggai.*
Reporter : Amlin

