MINA, CS – Pemerintah Arab Saudi bersama otoritas penyelenggara haji mulai memasuki fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah yang berlangsung dari Tarwiyah hingga akhir Hari Tasyrik pada 30 Mei 2026.

Seluruh jemaah haji dari berbagai negara dijadwalkan mengikuti tahapan utama ibadah secara bertahap di Mina, Arafah, dan Muzdalifah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Rangkaian puncak haji diawali dengan Tarwiyah pada 8 Zulhijah 1447 H atau 25 Mei 2026. Pada tahap ini, jemaah mulai bergerak menuju Mina untuk melaksanakan mabit atau bermalam sebagai persiapan menghadapi wukuf di Arafah.

Puncak ibadah haji berlangsung pada 9 Zulhijah atau 26 Mei 2026 melalui pelaksanaan wukuf di Padang Arafah sejak tergelincir matahari hingga menjelang magrib. Wukuf merupakan rukun utama haji yang wajib diikuti seluruh jemaah. Setelah matahari terbenam, jemaah diberangkatkan menuju Muzdalifah untuk mabit dan pengambilan batu kerikil yang akan digunakan dalam prosesi lempar jumrah.

Pada 10 Zulhijah atau bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, jemaah bergerak menuju Mina untuk melaksanakan lempar Jumrah Aqabah.

Setelah itu, jemaah melaksanakan tahalul awal melalui pemotongan rambut dan dilanjutkan dengan tawaf ifadah di Masjidil Haram bagi yang memungkinkan sesuai pengaturan pergerakan jemaah.

Rangkaian ibadah kemudian berlanjut pada Hari Tasyrik, yakni 11 hingga 13 Zulhijah atau 28-30 Mei 2026. Pada periode tersebut, jemaah melaksanakan mabit di Mina dan melakukan lempar jumrah ula, wustha, serta aqabah setiap hari.

Bagi jemaah yang memilih nafar awal, mereka diperbolehkan meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam. Sementara jemaah yang mengambil nafar tsani menyempurnakan ibadah hingga 13 Zulhijah.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan seluruh skema transportasi, pengamanan, serta layanan kesehatan telah disiapkan untuk mendukung kelancaran pergerakan jutaan jemaah selama fase puncak ibadah berlangsung.

“Kami fokus pada pengaturan mobilitas jemaah agar pelaksanaan ibadah berjalan aman, tertib, dan sesuai jadwal,” ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah Indonesia menjaga kondisi kesehatan dan mematuhi pengaturan pergerakan yang telah ditetapkan syarikah maupun otoritas Saudi.

Ketua PPIH Arab Saudi menyebut proses pasca-puncak haji akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh rangkaian ibadah di Mina selesai. Tahapan tersebut mencakup kepulangan jemaah ke hotel di Makkah, pelaksanaan tawaf wada, hingga persiapan pemulangan ke tanah air.

Berdasarkan kebijakan pemerintah saat ini, proses pemulangan jemaah Indonesia dijadwalkan dimulai pada pertengahan Juni 2026 melalui dua gelombang penerbangan. Gelombang pertama akan memberangkatkan jemaah dari Makkah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah, sedangkan gelombang kedua dilakukan dari Madinah setelah jemaah menyelesaikan ibadah arbain dan ziarah di Masjid Nabawi.

PPIH juga menegaskan bahwa pemeriksaan dokumen perjalanan, kesehatan, dan distribusi koper akan dilakukan sebelum keberangkatan guna memastikan proses pemulangan berjalan lancar dan sesuai ketentuan penerbangan internasional.

Selain itu, jemaah diimbau menjaga barang bawaan, mematuhi batas muatan koper, serta mengikuti jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan oleh kelompok terbang masing-masing. *