LOS ANGELES, CS – Tim Nasional Iran menghadapi tantangan yang tidak dialami sebagian besar peserta Piala Dunia 2026.

Di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, Team Melli harus menjalani turnamen dengan pola perjalanan yang tidak biasa, yakni bolak-balik dari Meksiko ke Amerika Serikat setiap kali menjalani pertandingan.

Alih-alih menetap di Amerika Serikat seperti mayoritas kontestan lainnya, Iran memilih menjadikan Kota Tijuana, Meksiko, sebagai markas latihan selama mengikuti Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil di tengah persoalan visa dan situasi politik yang memengaruhi persiapan tim.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi langkah Iran untuk tetap bersaing di ajang sepak bola terbesar dunia.

Iran mengawali perjuangannya di Grup G dengan hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga yang berlangsung di Los Angeles Stadium, Selasa (16/6/2026). Hasil itu menjaga peluang Team Melli untuk melangkah ke babak berikutnya.

Selanjutnya, Iran akan menghadapi Belgia pada 22 Juni mendatang dalam pertandingan yang diperkirakan menjadi salah satu laga krusial bagi perjalanan mereka di fase grup.

Di luar lapangan, tantangan yang dihadapi skuad asuhan Amir Ghalenoei tidak kalah berat. Selain harus menempuh perjalanan lintas negara untuk setiap pertandingan, aktivitas tim juga berlangsung di bawah pengamanan ketat.

Kapten Iran, Mehdi Taremi, mengakui bahwa persoalan administrasi perjalanan dan mobilitas menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi tim selama berada di Amerika Utara. Namun, para pemain bertekad untuk tetap fokus pada target utama mereka, yakni membawa Iran melangkah lebih jauh di Piala Dunia.

Dengan mengandalkan kombinasi pemain senior dan berpengalaman seperti Sardar Azmoun, Saman Ghoddos, serta Mehdi Torabi, Iran berharap mampu memecahkan catatan kurang menggembirakan mereka di Piala Dunia.

Sejak pertama kali tampil pada 1978, Iran belum pernah berhasil menembus fase gugur. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan baru bagi Team Melli untuk mengakhiri penantian panjang tersebut.

Di tengah tekanan geopolitik, perjalanan yang melelahkan, dan berbagai keterbatasan logistik, Iran kini tidak hanya berjuang menghadapi lawan di lapangan. Mereka juga harus menaklukkan tantangan di luar sepak bola demi menjaga mimpi tampil lebih jauh di panggung dunia.*