PALU, CS – PT Citra Palu Minerals (CPM) menyiapkan metode penambangan bawah tanah (underground mining) untuk melanjutkan eksploitasi cadangan bijih emas di kawasan River Reef, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Langkah tersebut dilakukan menyusul rencana perusahaan menghentikan aktivitas tambang terbuka (open pit) di kawasan tersebut pada 2026. Cadangan bijih emas yang menjadi sasaran penambangan berikutnya berada sekitar 200 meter di bawah permukaan tanah.

Direktur PT CPM, Yan Ardiansyah, mengatakan zona mineralisasi tersebut memiliki ketebalan sekitar 15 hingga 25 meter dengan panjang mencapai kurang lebih 300 meter.

“Operasi tambang terbuka akan berakhir pada tahun 2026 dan selanjutnya dilanjutkan dengan penambangan bawah tanah,” ujar Yan, saat memaparkan rencana penambangan River Reef di Palu, baru-baru ini.

Untuk mencapai badan bijih yang berada jauh di bawah permukaan, CPM akan membangun akses berupa jaringan terowongan berukuran sekitar 5 x 5 meter dengan total panjang mencapai empat kilometer.

Terowongan tersebut akan mengelilingi badan bijih untuk membuka akses menuju zona mineralisasi yang menjadi target penambangan bawah tanah.

Dari sisi lokasi, area operasional underground mining tersebut berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman terdekat.

Yan menjelaskan, peralihan dari metode open pit ke underground merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan yang telah mempertimbangkan kajian teknis serta aspek keselamatan kerja.

Untuk memastikan kestabilan antara area tambang terbuka dan tambang bawah tanah, CPM akan menggunakan crown pillar dengan ketebalan sekitar 40 meter. Ketentuan tersebut mengacu pada rekomendasi ahli geoteknik.

Dalam skema pengolahan, bijih emas hasil penambangan akan dibawa ke pabrik untuk diproses menjadi dore bullion.

Sementara itu, sisa hasil pengolahan atau tailing tidak dibiarkan begitu saja. Material tersebut akan dicampur dengan semen dan dikembalikan ke dalam lubang tambang menggunakan metode backfilling.

Metode backfilling tersebut menjadi bagian dari sistem penambangan bawah tanah yang dirancang untuk membantu menjaga kestabilan area bekas penambangan.

Dengan berakhirnya operasi open pit pada 2026, CPM selanjutnya akan mengandalkan sistem penambangan bawah tanah untuk mengakses cadangan mineralisasi River Reef yang berada ratusan meter di bawah permukaan. *