PALU, CS – Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, secara simbolis menebar 700 benih ikan nila pada program bantuan budidaya ikan sistem bioflok di Kelurahan Tondo dan Kelurahan Kabonena, Sabtu (1/8/2026).
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Palu dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan budidaya.
Kegiatan penebaran benih turut dihadiri Anggota DPRD Kota Palu Dr. Arif Miladi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu Lukman, lurah Tondo, lurah Kabonena, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Sebanyak 700 benih ikan nila ditebar ke dalam enam kolam bioflok yang tersebar di dua lokasi penerima bantuan. Selain benih ikan, kelompok pembudidaya juga memperoleh dukungan berupa sarana dan prasarana pendukung untuk menunjang keberhasilan budidaya.
Imelda Liliana, mengatakan bantuan tersebut disalurkan kepada dua kelompok pembudidaya ikan, masing-masing berada di Kelurahan Tondo dan Kelurahan Kabonena.
“Alhamdulillah saya sekarang berada di lokasi yang kedua. Tadi saya di lokasi pertama di Tondo. Hari ini ada serah terima benih ikan nila kepada dua kelompok budidaya ikan, satu di Tondo dan satu lagi sekarang di Kabonena,” ujar Imelda.
Menurut Imelda, bantuan bioflok merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Palu, DPRD Kota Palu, dan Anggota DPR RI Muhidin M. Said melalui penyaluran aspirasi masyarakat.
“Ini merupakan aspirasi dari teman-teman anggota DPRD Kota Palu kepada anggota DPR RI, Pak Muhidin M. Said. Alhamdulillah telah disetujui dua paket bioflok untuk Kota Palu, masing-masing ditempatkan di Kelurahan Tondo dan Kelurahan Kabonena,” jelasnya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok pembudidaya ikan.
Imelda berharap bantuan yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga mampu meningkatkan produksi budidaya sekaligus menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi para penerima.
“Saya sudah berbicara dengan para ketua kelompok dan mereka sangat bersemangat. Saya berharap bantuan ini menjadi ladang rezeki bagi mereka. Setelah diserahkan, pengelolaannya menjadi tanggung jawab kelompok, sehingga program ini harus terus berjalan dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sistem bioflok dipilih karena dinilai lebih efisien dalam pemanfaatan lahan, mampu menjaga kualitas air, mempercepat pertumbuhan ikan, serta meningkatkan produktivitas hasil budidaya. Melalui teknologi tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat mengembangkan usaha perikanan yang lebih modern dan bernilai ekonomis.
Pemerintah Kota Palu juga memastikan pendampingan terhadap kelompok penerima akan terus dilakukan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama DPRD Kota Palu. Pendampingan tersebut mencakup pembinaan, monitoring, hingga evaluasi agar program budidaya ikan sistem bioflok dapat berkembang secara berkelanjutan.
Melalui program ini, Pemkot Palu optimistis budidaya ikan nila berbasis bioflok tidak hanya mendukung ketahanan pangan daerah, tetapi juga mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. *


