NTT, CS – Aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Sabtu sore tercatat sebanyak 265 gempa susulan. Kekuatan gempa susulan bervariasi, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. Informasi mengenai aktivitas susulan juga menunjukkan sejumlah guncangan masih dirasakan masyarakat.
Gempa utama sebelumnya mengguncang wilayah NTT dengan kekuatan magnitudo 7,7. Gempa tersebut berpusat di sekitar 30 kilometer laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.
Aktivitas gempa susulan merupakan bagian dari proses pelepasan energi setelah gempa utama. BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Aktivitas gempa susulan juga menjadi perhatian karena gempa utama sebelumnya sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah NTT dan kawasan sekitarnya. Peringatan dini tersebut kemudian dinyatakan berakhir, meski pemantauan terhadap gempa susulan tetap dilakukan.*


