POSO, CS – Jajaran Densus 88 Antiteror Polri melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Baabul Khair Poso, Sabtu (15/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara aparat dan lingkungan pesantren dalam menjaga keamanan, toleransi, serta persatuan di tengah masyarakat.

Pimpinan Ponpes Baabul Khair Poso, Dr. Makmur, mengatakan sejumlah isu strategis dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya ketahanan ideologi, wawasan kebangsaan, moderasi beragama, hingga literasi digital.

Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman agama, tetapi juga mampu menghargai keberagaman.

“Sebab pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang kuat dalam ilmu agama, berakhlak, mencintai tanah air, dan menghargai keberagaman,” ujar Dr. Makmur.

Ia mengatakan, pembinaan terhadap para santri terus dilakukan melalui pendekatan edukatif sebagai bagian dari upaya mencegah berkembangnya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Melalui pembinaan tersebut, pesantren diharapkan mampu mencetak generasi yang Qurani, moderat, memiliki wawasan kebangsaan, serta memiliki kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dr. Makmur juga menilai keterlibatan pesantren dalam menjaga perdamaian memiliki peran penting, khususnya dalam membangun kesadaran generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh paham yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.

Reporter: Hakim