JAKARTA, CS – Tim angkat besi Indonesia memutuskan untuk terbang lebih awal ke Jepang pada 16 September 2026 demi mematangkan fase akhir persiapan menuju Asian Games 2026. Langkah ini diambil guna memberikan jeda waktu sekitar satu minggu bagi para atlet untuk beradaptasi sebelum resmi bertanding pada 23 September mendatang.
Pelatih tim angkat besi Indonesia, Samsuri, mengungkapkan bahwa para lifter kini telah memasuki periode yang sangat krusial. Pada tahap ini, fokus utama jajaran pelatih adalah menjaga kondisi serta performa puncak yang telah dibangun selama masa pemusatan latihan.
Kondisi fisik para atlet dikelola secara intensif melalui program pengondisian khusus agar tidak mengalami penurunan performa. Penyesuaian jadwal latihan juga menjadi kunci utama dalam menjaga kebugaran para lifter di masa-masa akhir menjelang kompetisi.
“Khususnya yang kami tangani di kelas 49 ini sudah minggu-minggu krusial, ya. Kami sifatnya menjaga performa yang sudah kami miliki. Yang sudah kami persiapkan ini kita jaga,” ujar Samsuri di Pelatnas PABSI, Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa porsi latihan berat mulai dikurangi dan digantikan dengan metode tapering. Selama satu pekan di Jepang, para atlet akan menjalani skema latihan dan istirahat yang diatur secara berselingan.
“Masih ada waktu. Kalau kami kan main tanggal 23, itu masih kurang lebih satu minggu. Nah, pengondisian itu sudah tapering terakhir. Sudah latihan, off, latihan, off, off, latihan, tanding, off, tanding,” tambah Samsuri.
Pada ajang Asian Games 2026 kali ini, Kontingen Indonesia menurunkan delapan lifter terbaiknya yang terdiri dari empat atlet putra dan empat atlet putri. Seluruh anggota tim dilaporkan berada dalam kondisi siap tempur untuk membawa pulang medali bagi Ibu Pertiwi.*


