JAKARTA, CS – KMP Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin ternyata merupakan kapal yang telah berusia sekitar 39 tahun.

Kapal feri jenis roll-on/roll-off (ro-ro) tersebut dibangun di Jepang pada 1987. Dengan usia tersebut, KMP Virgo Transport 8 telah hampir empat dekade beroperasi sebelum mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Kapal memiliki panjang sekitar 119 meter dan lebar 23 meter. Sebagai kapal ro-ro, KMP Virgo Transport 8 dirancang untuk mengangkut penumpang sekaligus kendaraan.

Kecelakaan terjadi ketika kapal dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, menyampaikan bahwa hantaman ombak menjadi penyebab kapal tersebut terbalik.

Sebelumnya, KMP Virgo Transport 8 dilaporkan menghadapi cuaca buruk dalam pelayarannya. Kapal kemudian kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 hingga 04.10 WIB pada Minggu (13/9/2026).

Posisi terakhir kapal yang diterima berada di koordinat 4°31’51,82″S 114°2’6,88″E dengan arah pelayaran (heading) 203,94°. Lokasi tersebut berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Kapal kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik dan nyaris tenggelam. Basarnas bersama sejumlah unsur terkait langsung menggelar operasi pencarian dan pertolongan untuk mengevakuasi penumpang serta awak kapal.

Hingga Senin (14/9) siang, sebanyak 114 penumpang dilaporkan berhasil dievakuasi. Enam orang dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya masih dalam proses pencarian dan pendataan.

Data jumlah penumpang maupun korban tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan operasi SAR di lokasi kejadian.

Selain usia kapal, terdapat perbedaan data mengenai tonase KMP Virgo Transport 8. Sejumlah informasi menyebut kapal memiliki tonase 8.540 Gross Tonnage (GT), sedangkan data lainnya mencantumkan 4.277 GT.

Usia kapal yang mencapai sekitar 39 tahun menjadi salah satu informasi yang kini turut mendapat perhatian setelah kecelakaan. Namun, usia kapal tidak serta-merta dapat dijadikan kesimpulan mengenai kelayakan maupun penyebab kecelakaan.

Kelayakan kapal tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi teknis, perawatan, sertifikasi keselamatan, serta hasil pemeriksaan dan investigasi otoritas terkait.

Sementara itu, operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KMP Virgo Transport 8 masih terus dilakukan Basarnas bersama instansi terkait. **