JAKARTA, CS – Pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara dipastikan tidak mengganggu keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional. Salah satu agenda krusial yang tetap berjalan sesuai rencana adalah proses peralihan (handover) dan pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan proses transisi kepemimpinan di tubuh Kementerian Keuangan tidak akan menjadi hambatan. Ia menyatakan bahwa koordinasi terkait penyelesaian berbagai tugas yang masih berjalan terus dilakukan bersama pejabat baru.
“Saya rasa tidak akan masalah karena pergantian tadi sempat bicara dengan Pak Suahasil, semua program-program yang masih berjalan atau outstanding kita akan segera duduk bareng,” ujar Rosan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Langkah cepat langsung diambil oleh kedua belah pihak. Rosan menyebutkan telah menjadwalkan agenda pertemuan secara intensif pada pekan ini untuk membahas skema penyelesaian proyek Whoosh serta agenda investasi strategis lainnya bersama Kementerian Investasi.
“Kita sudah janji akan bertemu hari minggu ini, hari Kamis atau Jumat ini untuk menindaklanjuti beberapa hal yang tentunya berhubungan baik di Danantara maupun juga dengan Kementerian Investasi. Sehingga beliau juga bergerak cepat. Jadi kita akan bertemu langsung dengan beliau,” tambah Rosan.
Sebelumnya, skema restrukturisasi beban utang proyek Whoosh telah disepakati dengan perpanjangan tenor pembayaran hingga 80 tahun. Kebijakan pemotongan cicilan tersebut berhasil menekan beban kewajiban pemerintah menjadi di bawah Rp1 triliun per tahun.
Meskipun terjadi perombakan di jajaran kabinet, tim teknis dari Danantara dan instansi terkait tetap bekerja secara paralel sesuai dengan garis waktu yang ditentukan. Proses administrasi handover ditargetkan dapat rampung sepenuhnya dalam kurun waktu pekan ini.*


