PALU, CS – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Palu mengantongi satu nama yang diduga terkait dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palu.
Pihak yang dimaksud berinisial RS. Meski demikian, polisi belum menetapkan RS sebagai tersangka karena penyidik masih melengkapi alat bukti dalam perkara yang telah ditangani sejak Februari 2026.
Perkembangan terbaru kasus tersebut ditandai dengan penggeledahan kantor PDAM Palu yang dilakukan penyidik Unit Tipikor, Senin (21/9/2026).
Dari penggeledahan itu, polisi menyita sedikitnya delapan bundel dokumen yang dinilai berkaitan dengan perkara.
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP. Ismail mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk memperkuat alat bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi yang tengah diselidiki.
“Penggeledahan itu untuk melengkapi alat bukti. Ini terkait masalah kasus korupsi, yang mana ada perbuatan melawan hukum,” kata Ismail.
Ismail mengatakan, penyelidikan perkara tersebut telah berlangsung sejak Februari 2026. Dalam prosesnya, penyidik juga telah melakukan ekspose perkara di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Dari penggeledahan tersebut, penyidik membawa delapan bundel dokumen yang berkaitan dengan perkara.
“Untuk jumlah dokumen hari ini, kami sudah ada delapan bundel,” ujarnya.
Menurut Ismail, sejauh ini penyidik baru mengidentifikasi satu orang yang diduga terkait dengan perkara tersebut. Polisi menyebut pihak itu berinisial RS.
“Untuk sementara terduga masih satu,” kata Ismail.
Meski telah mengantongi nama yang diduga terkait, penyidik belum meningkatkan status hukum RS menjadi tersangka. Polisi masih melakukan pendalaman dan pemenuhan alat bukti sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Saat ditanya mengenai dugaan kerugian negara dalam perkara tersebut, Ismail belum mengungkapkan nominalnya.
“Untuk kerugian negara nanti kita sampaikan,” ujarnya.
Ismail menegaskan proses penyidikan masih berjalan. Penetapan tersangka, kata dia, akan dilakukan setelah alat bukti yang diperlukan dinilai telah terpenuhi.
“Inisialnya RS. Nanti kita sampaikan kembali, karena kami masih memenuhi alat bukti,” pungkasnya. *


