BANGGAI, CS – Pasangan calon (paslon) Bupati Amirudin dan Wakil Bupati Furqanuddin Masulili, menegaskan komitmennya terhadap pelestarian tanaman Mangrove, jika terpilih kembali memimpin Kabupaten Banggai, periode 2024-2029.
Komitmen tersebut diungkap paslon berakronim AT-FM dalam acara Debat Publik putaran kedua yang disiarkan langsung melalui tayangan Kompas Tv, Minggu, 10 November 2024, bertempat di Hotel Estrella Luwuk.
Sebagai mana disampaikan moderator Jihan Novita, yang memandu jalanya debat publik, terkait pengelolaan sumber daya alam berbasis lingkungan, dimana hutan manggrove di Kabupaten Banggai, mengalami penurunan kualitas yang cukup parah akibat alih fungsi permukiman, perkebunan kelapa sawit, sawah dan tambang.
Akibatnya terdapat sekitar 5.652 dari 7.387 hektar yang rusak berat. Dimana ada 50 jenis mangrove saat ini tersebar di pesisir Kabupaten Banggai, termasuk 25 jenis manggrove sejati dan 25 jenis mangrove asosiasi.
Dari jumlah tersebut, terdapat salah satu jenis mangrove yang langka dan hampir punah adalah jenis Scyphipora hydrophyllacea yang ada di Desa Uwedikan Kecamatan Luwuk Timur.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Amirudin menegaskan, sebagai langkah konkrit dalam upaya mencegah kepunahan tanaman mangrove di sepanjang pesisir Kabupaten Banggai, ia bersama wakilnya Furqanuddin telah melaksanakan upaya pelestarian, selama kurang lebih 3 tahun memimpin daerah.
Dengan tagline, “Bergerak Bersama Berkelanjutan Menuju Gerbang Timur Provinsi Sulawesi Tengah”, Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili, berdasarkan Visi Misi nya, keduanya mengakui jika dalam kurun waktu 3 tahun memimpin Kabupaten Banggai, masih banyak program yang belum terealisasi.
Namun bukan berarti, kepedulian terhadap daerah terabaikan.
Buktinya kurang lebih 3 tahun mereka berdua telah mengabdikan diri untuk membangun tanah kelahirannya, selain membangun sejumlah infrastruktur dan sarana prasarana penunjang perekonomian di segala sektor, duet AT-FM yang merupakan paslon petahana telah membuktikan komitmennya terhadap pelestarian tanaman mangrove.
Selain tidak pernah melakukan pemberantasan terhadap tanaman manggrove, selama 3 tahun kepemimpinan AT-FM, mereka tidak pernah memberikan ijin kepada pihak manapun untuk melakukan perambahan ataupun perusakan hutan tanaman mangrove. Bahkan sebaliknya, mereka memiliki kebijakan untuk melestarikannya melalui kerja sama dengan perusahaan untuk menanam mangrove.
Bahkan sampai dengan hari ini jelas Amirudin, sejak tahun 2021 sampai 2024 kepemimpinannya, mereka telah menanam sekitar 70 ribu tanaman mangrove. Hal itu sangat penting dilakukan katanya, mengingat tanaman tersebut memiliki banyak fungsi seperti, penyerap karbon, mencegah erosi dan abrasi, tempat hidup satwa.
Diakhir Amirudin menekankan, jika peran masyarakat sangat penting dan diperlukan dalam berpartisipasi menjaga kelestarian tanaman manggrove, yaitu dengan metode pemberdayaan, sehingga ekosistem tanaman manggrove terus terjaga, termasuk kami punya cara jitu dan pola agar pengangkatan pasir tidak mengganggu tanaman mangrove.
“Kami sudah punya rencana jitu dan kebijakan handal yang telah kami kerja samakan, dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara,” tutupnya.(Amlin)


