PALU, CS – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama bekerja sama dengan sepuluh pemerintah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Angkatan II Tahun 2025.
Dekan Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Datokarama, Prof. Saepudin Mashuri, menyampaikan bahwa selain kerja sama dengan pemerintah daerah, pihaknya juga bersinergi dengan madrasah yang gurunya berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
“UIN Datokarama menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang dipercayakan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan PPG, karena memiliki Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK),” jelasnya di Palu, Selasa (9/9/2025).
Pada tahun sebelumnya, LPTK UIN Datokarama yang berada di bawah FTIK telah bekerja sama dengan tujuh pemerintah daerah di Sulteng, serta dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Pemkab Nunukan, Kalimantan Utara.
“Untuk PPG Angkatan II Batch I Tahun 2025, kami bekerja sama dengan 12 pemda di Sulteng, serta Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, dengan mekanisme pembiayaan dari APBD dan APBN,” kata Saepudin.
Total peserta PPG Angkatan II Batch I Tahun 2025 berjumlah 1.190 orang. Sebelumnya, jumlah peserta PPG yang telah lulus mencapai 1.196 orang, terdiri dari guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan tingkat kelulusan 99,03 persen. Angka ini meningkat 2 persen dibandingkan Batch II Tahun 2024 yang berada di angka 97,28 persen.
Saat ini, LPTK UIN Datokarama sedang melaksanakan proses pembelajaran peserta PPG melalui LMS Kemenag. Selain guru PAI, peserta juga berasal dari guru mata pelajaran Qur’an Hadits dan GKRA.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menegaskan bahwa akselerasi PPG bagi guru binaan Kementerian Agama mendapat perhatian serius dari Menteri Agama Nasaruddin Umar.
“PPG Angkatan II bagi guru mapel Pendidikan Agama pembelajarannya dimulai 1 September 2025. Akselerasi PPG ini terus menjadi perhatian Menag karena selain penguatan kompetensi, juga terkait peningkatan kesejahteraan melalui tunjangan profesi,” ujarnya.
Editor: Yamin

