BANGGAI,CS-Warga sekitar kompleks Depot Pertamina dan SPBU Kilo meter Dua Kelurahan Bungin Timur, Kecamatan Luwuk, digegerkan adanya kebakaran mobil pick up pengangkut BBM jenis solar.
Dengan kejadian itu, jalur utama menuju kota Luwuk menjadi macet total. Warga sekitar terpaksa beramai-ramai membantu memadamkan api.
Sejumlah warga setempat terlihat panik. Banyak dari mereka menyesalkan kejadian tersebut. Apalagi pemicu kebakaran itu diketahui akibat percikan api dan menyasar BBM jenis solar didalam puluhan jerigan yang diangkut dalam pick up dan entah akan disalurkan kemana.
Saat kejadian itu, didalam kobaran api terdengar ledakan-ledakan yang diduga berasal dari puluhan jerigen berisi BBM solar.

Akibat kejadian itu, ruas jalan sekitar menjadi licin karena tumpahan solar. Beberapa pengendara harus berhati-hati saat melintas.
Untuk menghindari terjadi insiden lainnya akibat tumpahan solar, saat ini sedang dilakukan penyiraman air untuk menghilangkan bekas tumpahan solar.
Berdasarkan hasil penelusuran awak media disebutkan bahwa mobil pick up bernomor polisi DN 8426 CR, diduga digunakan sebagai pengangkut BBM jenis solar ilegal oleh pemiliknya.

BBM jenis solar bersubsidi itu diduga dibeli dari SPBU Kilo Dua, atau tepat disekitar lokasi kebakaran. Hal ini dikuatkan bahwa SPBU itu sudah sering kali mendapatkan sanksi dari pihak Pertamina Patraniaga, namun praktik penyaluran BBM jenis solar bersubsidi terus terjadi.
Informasi lainnya juga menyebutkan jika mobil pick up itu sudah sering ditemukan parkir dan disinyalir melakukan praktik penampungan BBM jenis solar bersubsidi.
Hingga berita ini diturunkan, dikabarkan sopir pick up melarikan diri. Selain itu penyebab kebakaran masih dalam penanganan pihak kepolisian.**
Reporter: Amlin


