PALU, CS – Universitas Tadulako (Untad) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada awal tahun 2026..

Aksi kemanusiaan tersebut merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial Untad terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Bantuan dihimpun melalui program Open Donation Untad Peduli Bencana Sumatra yang digagas Tim Pendukung Penanganan Bencana Banjir Sumatra Untad sejak akhir tahun 2025.

Hingga 31 Desember 2025, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar Rp366.414.500. Dana tersebut berasal dari sumbangan seluruh sivitas akademika Universitas Tadulako.

Bantuan kemudian disalurkan ke tiga provinsi terdampak melalui perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Syiah Kuala di Aceh, Universitas Sumatera Utara di Medan, serta Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat.

Proses penyaluran dikoordinasikan oleh Humas Untad bersama unsur pimpinan universitas guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng, mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui peran akademik, tetapi juga aksi nyata saat terjadi bencana.

“Universitas Tadulako terpanggil untuk hadir dan berbagi sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Atas nama seluruh sivitas akademika Untad, kami menyampaikan rasa duka dan empati yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Prof. Amar, Minggu (4/1/2026).

Sebelumnya, Untad juga telah mengirimkan Tim Medis Bencana (TMB) AXIS dari Fakultas Kedokteran Untad untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada 6 hingga 8 Desember 2025. Selain itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Untad turut berpartisipasi dalam penggalangan dana.

Selain bantuan kemanusiaan, Untad memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa asal wilayah terdampak bencana. Sebanyak 20 mahasiswa Untad yang berasal dari daerah terdampak di Sumatra mendapatkan pembebasan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester.

Rektor Untad menegaskan, rangkaian aksi kemanusiaan tersebut mencerminkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial yang terus dijunjung tinggi oleh Universitas Tadulako, serta membuka peluang penggalangan bantuan lanjutan apabila masih dibutuhkan. *

Editor: Yamin