BEIJING, CS – Ilmuwan China mengklaim telah mencatat rekor dunia baru dalam pengembangan komputasi kuantum setelah berhasil menguji prototipe fotonik terbaru yang mampu memproses ribuan foton sekaligus dengan tingkat kecepatan yang disebut melampaui superkomputer konvensional.

Prototipe tersebut bernama Jiuzhang 4.0, dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi China (USTC) di Hefei, dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature pada Rabu (13/5/2026).

Sistem ini dirancang untuk menyelesaikan permasalahan Gaussian boson sampling, sebuah tolok ukur dalam riset keunggulan kuantum. Para peneliti mengklaim perangkat tersebut bekerja jauh lebih cepat dibandingkan superkomputer paling canggih saat ini.

Menurut laporan penelitian, Jiuzhang 4.0 mampu menghasilkan sampel data kompleks hanya dalam 25 mikrodetik. Perhitungan serupa, disebutkan, akan membutuhkan waktu jauh lebih lama pada superkomputer klasik.

Profesor USTC, Lu Chaoyang, menyatakan sistem tersebut mencapai skala pemrosesan hingga 3.050 foton, meningkat signifikan dibanding versi sebelumnya. Ia menyebut peningkatan ini sebagai lompatan besar dalam teknologi kuantum optik.

“Sebagai perbandingan, superkomputer paling canggih di dunia akan membutuhkan waktu lebih dari 10 pangkat 42 tahun untuk menghitung hasil yang sama,” ujar Lu, seperti dikutip dari laporan penelitian.

Jiuzhang 4.0 juga disebut mengintegrasikan ribuan mode optik dalam sistem berbasis sirkuit hibrida spatiotemporal, yang memungkinkan peningkatan kapasitas pemrosesan tanpa peningkatan perangkat fisik secara proporsional.

Para peneliti mengklaim sistem ini mencapai efisiensi sumber hingga 92 persen, yang dinilai membuka peluang baru menuju pengembangan komputasi kuantum yang lebih stabil dan berskala besar.

Meski demikian, Gaussian boson sampling yang menjadi dasar pengujian masih merupakan tolok ukur matematis, bukan aplikasi komputasi umum. Namun, capaian tersebut dinilai memperkuat posisi China dalam persaingan global teknologi kuantum yang saat ini juga dikejar oleh berbagai negara maju. *