PALU, CS – Universitas Tadulako (Untad) menegaskan komitmennya mempercepat transformasi digital tahun 2026 dengan menyiapkan penguatan infrastruktur dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu langkah awal diwujudkan melalui pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi dosen dan tenaga kependidikan.
Kegiatan bertajuk Gemini Academy for Higher Education tersebut digelar di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad, Rabu (11/2/2026).
Program ini merupakan kolaborasi antara Universitas Tadulako, Google for Education, dan Paideia Educational Solutions.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr.sc.agr. Aiyen, M.Sc., menyatakan bahwa transformasi digital kampus tidak hanya menyentuh aspek perangkat dan sistem, tetapi juga kesiapan manusia yang mengoperasikannya.
Menurutnya, modernisasi perguruan tinggi harus diukur dari kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Ia mengungkapkan bahwa pada 2026 Untad juga akan melakukan rekonstruksi jaringan internet sebagai bagian dari pembaruan sistem layanan akademik.
“Penguatan infrastruktur harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi SDM,” ujarnya dalam sambutan.
Dari sisi teknologi, Google Education Specialist Sulawesi Tengah, Surya Putra Sarungu, menjelaskan bahwa AI telah lama hadir dalam layanan digital sehari-hari, seperti navigasi dan sistem rekomendasi konten.
Ia menilai pemanfaatan AI di lingkungan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan riset.
Teknologi Gemini AI, kata dia, telah terintegrasi dalam akun Google for Education yang dimiliki Untad. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyusunan materi ajar, pengolahan data penelitian, hingga administrasi akademik.
Pelatihan menghadirkan Google Certified Trainer Tresna Agustian Suryana dan Andy Novi Suhanto. Materi yang diberikan meliputi praktik penyusunan perintah (prompting) untuk perkuliahan, pemanfaatan NotebookLM dalam transformasi pembelajaran, integrasi dengan Google Classroom, hingga penggunaan fitur Deep Research untuk riset berbasis data.
Peserta kegiatan berasal dari perwakilan fakultas, pascasarjana, lembaga, biro, dan unit pelaksana teknis di lingkungan Untad.
Melalui program ini, universitas menargetkan terciptanya ekosistem akademik yang adaptif terhadap teknologi sekaligus mampu memanfaatkan AI secara etis dan bertanggung jawab.
Langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan digitalisasi Untad yang diarahkan untuk meningkatkan mutu layanan, efektivitas pembelajaran, serta daya saing institusi di tingkat nasional maupun global. *

