PALU, CS – Sebanyak 9.992 peserta mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Tadulako (Untad) Palu tahun 2026. Program studi Keperawatan dan Kedokteran menjadi yang paling diminati.
Berdasarkan data sementara, program studi Keperawatan mencatat jumlah peminat tertinggi sebanyak 1.240 orang dengan daya tampung 65 kursi. Disusul program studi Kedokteran dengan 1.163 peminat dan daya tampung 75 kursi. Data tersebut masih dapat berubah hingga penutupan pendaftaran pada 30 April.
Koordinator Pelaksana, Adfiyanti Fadjar, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di ruang Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, dari total peserta terdapat empat pendaftar berkebutuhan khusus non tunanetra, yakni tunadaksa dan tunarungu. Mereka tetap mengikuti ujian seperti peserta lainnya dengan pendampingan khusus.
“Peserta tunarungu akan didampingi untuk membantu memahami instruksi selama ujian,” ujarnya.
Selain itu, Untad juga menyediakan beasiswa penuh pada dua program studi vokasi, yakni D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur dan D4 Teknologi Rekayasa Sistem. Seluruh mahasiswa yang diterima pada kedua program tersebut dibebaskan dari pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama delapan semester.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Andi Rusdin, menegaskan pihaknya memperketat pengawasan untuk mencegah praktik kecurangan, termasuk penggunaan jasa joki.
Ia mengatakan, seluruh peserta diwajibkan membawa dokumen resmi dan melalui sejumlah tahapan pemeriksaan. Panitia juga menggunakan metal detector serta mengantisipasi potensi kecurangan berbasis teknologi, seperti penggunaan sistem jarak jauh.
“Jika kecurangan terdeteksi, sanksi tidak hanya berupa pemblokiran peserta, tetapi juga dapat berdampak pada sekolah asal,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses penerimaan mahasiswa baru tidak melibatkan pihak ketiga. Seluruh pendaftaran dilakukan melalui laman resmi universitas dan pembayaran hanya melalui rekening resmi.
“Panitia pusat tidak pernah bekerja sama dengan pihak lain. Jika terjadi penipuan, itu menjadi tanggung jawab pribadi,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan ujian, Untad menyiapkan 26 ruangan dengan 506 pengawas. Ujian dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 30 April dengan materi meliputi literasi dan numerasi.
Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAK), Sutriyani, menambahkan bahwa besaran UKT tidak mengalami kenaikan untuk sebagian besar program studi.
Khusus Fakultas Kedokteran, UKT tetap sebesar Rp20.000.000. Mahasiswa jalur SNBP dan SNBT dikenakan UKT tersebut, sementara jalur mandiri dikenakan tambahan Iuran Pengembangan Institusi sebesar Rp300.000.000.
Berdasarkan Surat Keputusan penetapan daya tampung, Untad menyediakan total kuota 9.543 mahasiswa yang terbagi dalam tiga jalur, yakni SNBP, SNBT, dan mandiri. Jalur SNBP telah terpenuhi sebanyak 2.601 mahasiswa, sementara daya tampung SNBT sebanyak 4.259 mahasiswa.
Distribusi peserta didominasi dari Provinsi Sulawesi Tengah, disusul Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Timur. Di Sulawesi Tengah, peserta tersebar di 12 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kota Palu sebanyak 2.471 peserta. *

