PALU, CS – Pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tengah mulai menuai sorotan. Ketua Steering Committee (SC) Musprov KADIN Sulteng, Zulfakar Nasir, diduga tidak bersikap netral dan disebut berperan dalam upaya pemenangan salah satu bakal calon Ketua KADIN Sulteng periode 2026-2031.

Dugaan tersebut mencuat setelah beredar informasi di internal organisasi terkait adanya upaya pengondisian voters menjelang pelaksanaan Musprov. Sejumlah voters dari beberapa kabupaten disebut mulai merasa tidak nyaman atas dugaan intervensi politik dalam proses pemilihan Ketua KADIN Sulteng.

Selain itu, beredar pula isu adanya iming-iming dan janji tertentu kepada sejumlah voters agar memberikan dukungan kepada kandidat tertentu dalam Musprov mendatang. Situasi tersebut dinilai memperkeruh dinamika jelang pemilihan Ketua KADIN Sulteng.

Dalam rekaman percakapan yang beredar di internal organisasi, Zulfakar Nasir juga diduga mengarahkan sejumlah voters untuk berada dalam “karantina” di salah satu hotel di Kota Palu yang disebut telah disiapkan pihak bakal calon Ketua KADIN Sulteng.

Langkah tersebut memicu kontroversi karena arahan itu datang dari Ketua SC yang seharusnya menjaga netralitas dan independensi jalannya Musprov. Sejumlah kalangan internal KADIN mulai mempertanyakan independensi Steering Committee dalam mengawal proses pemilihan agar berjalan jujur, adil, dan demokratis.

Salah satu sumber internal KADIN yang enggan disebutkan namanya menilai dugaan keberpihakan panitia dapat mencederai integritas proses Musprov.

“SC itu harus menjadi wasit yang adil, bukan pemain. Kalau ada dugaan keberpihakan kepada salah satu kandidat, tentu publik berhak mempertanyakan integritas proses Musprov,” ujarnya.

Situasi tersebut juga memunculkan desakan dari sejumlah pihak agar seluruh tahapan Musprov dilakukan secara terbuka dan bebas dari intimidasi maupun praktik transaksional yang berpotensi merusak legitimasi hasil pemilihan.

Sementara itu, Zulfakar Nasir membantah seluruh tudingan yang diarahkan kepadanya. Saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, ia menegaskan bahwa komunikasi dengan peserta Musprov merupakan hal yang wajar dilakukan oleh Steering Committee, khususnya terkait persoalan akomodasi.

“Sebagai SC saya wajar berkomunikasi dengan peserta,” tegasnya.

Ia juga menyesalkan munculnya opini di sejumlah media tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada dirinya.

Menurutnya, terdapat pihak yang mengabaikan prinsip keberimbangan atau cover both side dalam pemberitaan terkait Musprov KADIN Sulteng.

Reporter: Anum