PALU, CS – Aksi solidaritas memperingati Al Quds Day International berlangsung di Kota Palu dan Kota Tolitoli, Sulawesi Tengah, Jumat (13/3/2026) sore.

Di Palu, aksi dipusatkan di depan gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Sam Ratulangi. Sementara di Kota Tolitoli, kegiatan serupa dilaksanakan di Jalan Magamu.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina sekaligus mengecam berbagai serangan yang dinilai terus terjadi di wilayah tersebut.

Al Quds Day atau Yaumul Quds atau Hari Al Quds diperingati setiap Jumat terakhir pada bulan Ramadan oleh berbagai kelompok masyarakat di sejumlah negara sebagai simbol solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dalam aksi tersebut, massa yang mengenakan pakaian serba hitam secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka juga meneriakkan sejumlah yel-yel sebagai bentuk protes terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan tindakan militer Israel yang dianggap merugikan rakyat Palestina.

Koordinator aksi Al Quds Day di Palu, Harun, dalam orasinya mengajak masyarakat untuk terus mengingat perjuangan rakyat Palestina.

”Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak melupakan Palestina dan tetap menyuarakan solidaritas terhadap rakyat yang hingga kini masih mengalami penderitaan akibat agresi militer zionis Israel,” kata Harun di hadapan massa aksi.

Selain itu, para peserta aksi juga menyuarakan penolakan terhadap pembentukan Board of Peace, sebuah dewan perdamaian untuk Palestina yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump.

Massa menilai inisiatif tersebut belum tentu memberikan keadilan bagi rakyat Palestina karena tidak mengikutsertakan negara Palestina. Karena itu, mereka juga mendesak pemerintah Indonesia untuk meninjau kembali keterlibatan dalam forum tersebut.

Dalam orasinya, sejumlah peserta aksi bahkan meminta Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk mempertimbangkan kembali keanggotaan Indonesia dalam forum tersebut jika dinilai tidak memberikan ruang keadilan bagi Palestina.

Al Quds Day di Palu diikuti oleh berbagai organisasi kemahasiswaan dan kelompok masyarakat sipil yang silih berganti juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi di Palestina. Di antaranya perwakilan aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Palu, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Palu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta sejumlah organisasi masyarakat sipil lainnya.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI), Ahlulbait Indonesia (ABI), serta Yayasan Fatimiyah.

Sejumlah aktivis masyarakat sipil juga tampak mengikuti aksi tersebut, mulai dari kalangan pengusaha, advokat, dosen, mahasiswa, wartawan hingga masyarakat umum.

Aksi solidaritas berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian hingga kegiatan selesai menjelang buka puasa. *