JAKARTA, CS – Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi gaya permainan agresif Timnas Jepang yang mengandalkan tekanan tinggi dalam formasi 3-4-2-1 pada ajang Piala Dunia 2026.
Belanda yang mengandalkan formasi dasar 4-3-3 diperkirakan tetap menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan, namun Koeman disebut akan menyesuaikan pendekatan taktik untuk meredam intensitas permainan Jepang yang dikenal cepat dan disiplin.
Salah satu fokus utama Belanda adalah mengatasi pressing tinggi Jepang yang kerap memaksa lawan kehilangan bola di area berbahaya. Koeman menilai gaya permainan Jepang dapat membuka ruang di lini belakang ketika mereka terlalu agresif dalam menekan.
“Mereka bermain ofensif dan menekan tinggi. Tapi ada momen transisi di mana mereka bisa memberikan ruang. Di situlah kami harus bisa memanfaatkan itu,” ujar Koeman dalam pernyataan yang dikutip dari tim pelatih Belanda, Minggu (14/6/2026).
Belanda diproyeksikan mengandalkan trio lini tengah Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch, dan Tijjani Reijnders untuk mengontrol tempo permainan sekaligus menjaga stabilitas distribusi bola dari lini belakang ke depan. Ketiganya diharapkan mampu menguasai lini tengah dan meredam intensitas permainan Jepang.
Dalam situasi tertentu, Koeman juga disebut menyiapkan opsi perubahan formasi menjadi lebih defensif atau fleksibel seperti 4-4-2 hingga 3-5-2 untuk menyesuaikan dinamika pertandingan, terutama jika Jepang meningkatkan intensitas serangan.
Di sektor sayap, Belanda diperkirakan akan memaksimalkan peran Denzel Dumfries dan Cody Gakpo untuk memanfaatkan ruang yang ditinggalkan pemain Jepang saat melakukan transisi menyerang. Kedua pemain tersebut menjadi kunci dalam skema serangan balik cepat De Oranje.
Sementara itu, Jepang yang menggunakan formasi 3-4-2-1 mengandalkan mobilitas Kaoru Mitoma dan Ritsu Doan di sisi sayap untuk menekan pertahanan lawan. Namun, agresivitas tersebut dinilai dapat meninggalkan celah yang bisa dimanfaatkan Belanda dalam skema serangan balik.
Secara statistik, Belanda mencatat produktivitas tinggi dengan 27 gol dalam fase kualifikasi, yang menunjukkan efektivitas lini depan mereka. Namun, tim asuhan Koeman tetap diminta tidak meremehkan Jepang yang dikenal memiliki organisasi permainan rapi dan disiplin tinggi.
Di sisi lain, Belanda juga mendapat sorotan terkait efektivitas penggunaan gelandang yang melimpah. Sejumlah pengamat menilai pola permainan Koeman cenderung mudah terbaca dan belum sepenuhnya memaksimalkan potensi lini tengah.
Dengan karakter kedua tim yang berbeda, laga Belanda kontra Jepang diperkirakan berlangsung dalam tempo tinggi, terutama pada duel lini tengah dan transisi permainan yang menjadi kunci utama pertandingan. *


