SIGI, CS – Memasuki hari keenam pascagempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi dan wilayah sekitarnya, ratusan warga terdampak mulai menghadapi ancaman gangguan kesehatan di lokasi pengungsian.

Hingga Minggu (21/6/2026), sedikitnya 200 warga telah menjalani pemeriksaan dan pengobatan di Puskesmas Nokilalaki. Penyakit yang paling banyak dikeluhkan masyarakat saat ini didominasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, dan gangguan pencernaan.

Layanan kesehatan tersebut diperkuat oleh tim Emergency Response Team (ERT) dan paramedik PT Citra Palu Minerals (CPM) yang tergabung dalam Posko ESDM Siaga Bencana di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tim Paramedik PT CPM, Fuad, mengatakan warga terus berdatangan ke posko kesehatan untuk memeriksakan kondisi fisik mereka setelah beberapa hari berada di pengungsian.

“Rata-rata keluhan masyarakat yang paling banyak kami temukan adalah ISPA, hipertensi, dan dispepsia atau gangguan pencernaan,” ujar Fuad.

Menurutnya, tim medis tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan pengobatan dan pemantauan terhadap kondisi warga yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan lingkungan pascabencana.

Kepala Puskesmas Nokilalaki, Muzna, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan warga mengalami perubahan dibanding hari-hari pertama setelah gempa.

Pada fase awal bencana, sebagian besar pasien datang dengan luka ringan hingga luka berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Namun seiring berjalannya waktu, penyakit yang muncul mulai bergeser menjadi penyakit yang berkaitan dengan lingkungan pengungsian dan kondisi psikologis korban.

“Beberapa penyakit yang kini banyak ditemukan antara lain ISPA, hipertensi, dispepsia, myalgia atau nyeri otot, cephalgia atau sakit kepala, serta batuk pilek biasa,” kata Muzna.

Ia menambahkan, korban dengan luka berat telah dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Sementara pasien lainnya dapat ditangani di Puskesmas Nokilalaki dengan dukungan tenaga kesehatan dan ketersediaan obat-obatan.

Selain layanan kesehatan, PT CPM bersama perusahaan tambang lainnya yang tergabung dalam Posko ESDM Siaga Bencana juga menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan, minuman, dan tenda pengungsian kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut disalurkan melalui posko utama yang berpusat di Kantor Kecamatan Nokilalaki guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

Salah seorang warga terdampak, Heri, mengaku terbantu dengan keberadaan posko kesehatan tersebut. Setelah menjalani pemeriksaan, ia diketahui mengalami peningkatan tekanan darah atau hipertensi dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Diketahui, gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan daerah sekitarnya mengakibatkan kerusakan ratusan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum. Bencana tersebut juga menyebabkan akses jalan di beberapa lokasi terputus dan dilaporkan menelan tiga korban jiwa.

Kehadiran Posko ESDM Siaga Bencana bersama PT CPM diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan kesehatan para penyintas gempa di wilayah terdampak. *