PALU,CS – Universitas Tadulako (Untad) terus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan tinggi berkualitas di Sulawesi Tengah, dengan memperluas jangkauan layanan serta mencatatkan kinerja keuangan yang baik tanpa memberatkan mahasiswa melalui kenaikan biaya pendidikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, sekaligus Pelaksana Harian Rektor Untad, Prof. Andi Rusdin, dalam sambutannya pada acara Deklarasi Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana, di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Selasa (22/6/2026).
Andi Rusdin memaparkan, hingga saat ini Untad menaungi 11 fakultas, 1 Sekolah Pascasarjana, serta 2 Program Studi di Luar Kampus Utama yang berlokasi di Morowali dan Tojo Una-Una.
Secara keseluruhan terdapat 103 program studi dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai sekitar 50.000 orang. Setiap tahunnya, kampus ini meluluskan sekitar 8.000 hingga 8.500 wisudawan dari berbagai disiplin ilmu.
“Sebagai Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (BLU), Untad mencatat peningkatan pendapatan sekitar 15 persen pada periode 2023–2025, dengan pertumbuhan saldo keuangan lebih dari 200 persen,” katanya.
Pencapaian ini diraih tanpa menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan tanpa memungut Iuran Pengembangan Institusi, kecuali pada jalur mandiri Fakultas Kedokteran. Kampus juga mampu membayar tunjangan dosen dan tenaga kependidikan yang setara dengan standar pemerintah.
Kesejahteraan mahasiswa tetap menjadi prioritas utama. Sekitar 40 persen mahasiswa Untad saat ini menerima bantuan beasiswa, terutama dari program KIP-Kuliah dan “Berani Cerdas” yang diselenggarakan pemerintah.
Dalam kesempatan itu, pimpinan Untad juga mengingatkan mahasiswa sebagai generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045. Selain prestasi akademik, karakter, integritas, dan kepedulian sosial menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
“Mahasiswa diajak menjauhi perilaku negatif seperti narkoba dan perjudian daring, agar tumbuh menjadi pemimpin dan agen perubahan yang bermartabat,” terangnya.
Warek menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi ini diharapkan terus terjalin untuk mewujudkan Sulawesi Tengah yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Kegiatan itu dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, beserta jajaran pimpinan perguruan tinggi, serta ribuan mahasiswa. *


