SIGI, CS – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid menegaskan arah pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menempatkan nilai spiritual dan kearifan lokal sebagai fondasi utama.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Paskah Nasional di Lapangan Asrama Satuan Brimob, Kabupaten Sigi, Minggu (26/4/2026).
Menurut Anwar, penguatan karakter masyarakat berbasis nilai keimanan menjadi kunci menciptakan harmoni sosial di tengah keberagaman.
Ia menilai, kemajuan daerah tidak akan berkelanjutan tanpa ditopang kehidupan sosial yang rukun dan berlandaskan nilai moral.
Poltisi Partai Demokrat itu juga menyoroti perubahan pola kebersamaan masyarakat yang dinilai semakin positif. Kehadiran warga dalam kegiatan keagamaan dengan suasana tertib dan khidmat, menurutnya, mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini menunjukkan arah yang baik, bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga bagaimana membentuk masyarakat yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keimanan,” ujarnya.
Anwar menambahkan, konsep pembangunan Sulteng ke depan akan terus diarahkan pada keseimbangan antara kemajuan material dan penguatan sosial budaya. Ia meyakini, perpaduan antara spiritualitas dan kearifan lokal dapat menjadi perekat masyarakat sekaligus modal utama menuju kesejahteraan.
Kegiatan Paskah Nasional, lanjutnya, menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan bagaimana nilai persaudaraan dan persatuan dapat tumbuh dalam praktik, bukan sekadar wacana.
Pemerintah provinsi, kata Anwar, akan terus mendorong berbagai program yang memperkuat harmoni sosial sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang di Sulteng. *

